SASSUSOLO – Kalau melihat klasemen sementara Serie A, posisi Sassuolo di urutan kesembilan mungkin terlihat lumayan. Tapi jangan salah, bagi Alessandro Matri, situasi itu justru menggambarkan masalah mendasar klub. Legenda Italia itu bicara blak-blan. Menurutnya, tim berjuluk Neroverdi ini lebih sibuk 'mengasah berlian' ketimbang berburu prestasi.
“Sassuolo tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang. Mereka tampak seperti proyek yang berbeda dari Bologna, Atalanta, atau Como,”
Begitu kritik pedas Matri, seperti dilansir Sassuolo News, Rabu lalu. Intinya, klub terlalu fokus menjadikan pemain muda sebagai komoditas.
Di lapangan, hasilnya memang tak konsisten. Dari 28 laga, mereka cuma menang 11 kali, imbang lima, dan kalah dalam 12 pertandingan. Koleksi 38 poin itu jelas jauh dari bayangan bisa mengejar Napoli atau Inter Milan. Performa tim naik-turun, kadang gemilang, seringkali juga mengecewakan.
Matri tak sepenuhnya menyalahkan filosofi itu. Di satu sisi, ia paham ini adalah bisnis. “Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk mengembangkan pemain, menjual mereka untuk mengumpulkan uang,” ujarnya. Strategi itu terbukti menjaga kesehatan keuangan klub. Pemain-pemain seperti Jay Idzes mendapat panggung untuk menunjukkan bakat.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan dengan Penalti Menit Akhir
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter
Tudor Soroti Blunder Awal Usai Spurs Dibantai Atletico di Liga Champions