Tapi ya, dunia balap tak pernah berhenti di satu race. Danish menolak terpuruk. Fokusnya sekarang sepenuhnya pada seri kedua di Brasil.
Podium tetap jadi target utama. Bagi pembalap bernomor 13 ini, itu harga mati.
"Itu bukan hal mustahil," tegas Danish.
"Saya akan kerja keras untuk mencapainya. Lagipula, itu selalu jadi tujuan saya. Ingin rasanya meraihnya secepat mungkin," tambahnya, seperti dikutip dari laman NST.
Perbaikan Dimulai dari Garasi
Danish tahu persis apa yang harus dibenahi. Ada masalah teknis, juga non-teknis. Yang paling krusial adalah komunikasi dengan tim mekaniknya.
Ia merasa perlu setelan motor yang lebih cocok dengan gaya balapnya. Start dari posisi tengah, seperti di Thailand, jelas sangat merugikan. Sulit sekali mengejar kereta depan.
"Dialog yang lebih baik dengan tim akan membantu mereka menyiapkan motor yang lebih pas untuk saya," ujarnya.
Tak hanya itu, strategi kualifikasi juga harus berubah. "Saya harus lolos kualifikasi dengan posisi lebih baik. Baru bisa bersaing dengan para pembalap terdepan," pungkas Danish.
Semua kini tergantung eksekusi di Brasil. Apakah misi kebangkitannya akan berhasil, atau justru kandas lagi. Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya
Posisi Juni Calafat di Real Madrid Terancam Usai 12 Tahun Berkontribusi
PSM Makassar Tunda Libur, Fokus Evaluasi Performa Jelang Jeda Kompetisi