Manajemen lalu bertindak. Zulkifli Syukur ditunjuk sebagai Direktur Teknik, bagian dari evaluasi menyeluruh untuk membenahi performa tim. Tekanan dari luar memang besar, tapi pihak klub berusaha tak gegabah.
Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menegaskan hal itu.
“PSM memang sedang dalam tekanan. Tapi kami harus melihat semuanya secara jernih. Tujuannya hanya satu: membawa kembali PSM ke performa terbaik dan tetap bertahan di Super League,” ujarnya.
Di sisi lain, sorotan ke pelatih kepala Tomas Trucha makin keras. Di media sosial, sejumlah suporter terang-terangan minta ada perubahan di kursi kepelatihan. Tapi sejauh ini, kepercayaan dari manajemen masih ada di pundak Trucha.
Nah, dalam situasi yang belum stabil ini, kontribusi pemain seperti Yuran dan Neto jadi amat berharga. Mereka bukan sekadar penjaga gawang sendiri, tapi juga senjata tak terduga di ujung serangan.
Sepak bola modern sering dimenangkan dari detail. Bola mati adalah salah satunya. Dan PSM punya dua senjata rahasia yang siap meledak kapan saja. Jika konsistensi mereka terjaga, bukan mustahil duet ini jadi kunci PSM keluar dari krisis dan menemukan ritme terbaiknya di sisa musim.
Artikel Terkait
Sponsor dan Basis Suporter Jadi Tulang Punggung Finansial Persib
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Persebaya Dipecundangi Borneo 1-5, Lini Depan Jadi Sorotan
Herdman Panggil Victor Dethan dan Bawa Kembali Baggott untuk FIFA Series 2026