Striker Timnas Indonesia itu sebenarnya bukan nama baru di radar Persebaya. Kabarnya, dia hampir hijrah ke Surabaya di jendela transfer paruh musim lalu. Tapi ya, itu cuma jadi rumor yang tak kesampaian. Kini, gosip itu hidup lagi. Beberapa akun pengamat transfer di media sosial bahkan sudah berani menyebut Sananta bisa saja mengenakan hijau-hitam mulai musim 2026/2027.
Spekulasi ini punya dasarnya. Yang paling kuat adalah hubungannya dengan Bernardo Tavares. Mereka pernah bekerja sama di PSM Makassar. Di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu, Sananta berkembang pesat dan jadi salah satu penyerang muda paling menjanjikan. Kedekatan itu bisa jadi pintu masuk untuk reuni.
Faktor lain adalah situasi Sananta sendiri di DPMM FC. Performanya di liga Malaysia musim ini belum terlalu istimewa hanya dua gol dari 15 laga. Persaingan di sana juga makin ketat setelah kedatangan striker baru asal Nigeria. Belum lagi, kontraknya akan berakhir 30 Juni 2026 nanti.
Artinya, dia bisa pindah dengan status bebas transfer. Situasi yang menggiurkan buat klub mana pun, termasuk Persebaya.
Tapi ya, semua ini masih di wilayah gosip. Belum ada konfirmasi resmi dari manajemen klub. Yang jelas, pukulan dari Borneo FC tadi malam adalah cermin yang terang benderang. Ia menunjukkan betapa rapuhnya lini serangan Persebaya dan betapa tipisnya kedalaman skuad.
Apakah solusinya adalah merekrut Sananta? Atau cukup dengan penyesuaian kecil? Waktu yang akan menjawab. Buat Bonek mania, sekarang yang bisa dilakukan cuma menunggu dan berharap. Menunggu apakah rumor tentang Ramadhan Sananta ini akan jadi kenyataan, atau cuma jadi sekadar angin lalu di musim spekulasi.
Artikel Terkait
Herdman Umumkan Skuad Perdana, Reza Arya Pratama Tak Dipanggil
Lazio Hadapi Ancaman Nyata dari Sassuolo di Tengah Tren Buruk
Genoa Tekuk AS Roma, Milan Persempit Jarak dari Inter di Puncak Klasemen
Valencia Menang Dramatis, Sevilla Tertahan Imbang di Pekan ke-27 La Liga