Roma, Stadio Olimpico Catatan sejarah memang berpihak pada Lazio. Tapi, kalau bicara kondisi terkini, ceritanya bisa sangat berbeda. Pekan ke-29 Serie A ini, Lazio akan menjamu Sassuolo dalam situasi yang benar-benar genting. Rekor bagus di kandang sendiri harus mereka kesampingkan dulu.
Bayangkan saja, suasana di kedua klub ini kontras banget. Lazio, si tuan rumah, sedang terpuruk. Sebaliknya, Sassuolo justru sedang naik daun dengan performa yang cukup mengesankan akhir-akhir ini.
Sudah enam laga beruntun tanpa kemenangan untuk Lazio di semua kompetisi. Angka yang pahit. Sementara itu, tim tamu dari Emilia-Romagna itu meraih empat kemenangan dari lima laga terakhir mereka di Serie A. Perbedaan yang mencolok, bukan?
Jadi, meski secara statistik Lazio menang tujuh dari sebelas pertemuan sebelumnya di Olimpico, fakta itu rasanya tak terlalu menenangkan. Performa buruk mereka belakangan ini harusnya jadi alarm. Bahaya nyata.
Dengan rata-rata cuma satu poin per pertandingan sepanjang 2026, posisi Lazio di klasemen Serie A jelas memprihatinkan. Gagal lagi ke kompetisi Eropa musim depan? Itu risiko yang sangat mungkin terjadi.
Pelatih Maurizio Sarri mencoba menjelaskan situasi sulit ini.
"Klasemen kami mencerminkan kenyataan: kami kehilangan banyak pemain. Dalam kondisi seperti ini, sulit untuk menuntut lebih," ujarnya kepada Sport Mediaset, terdengar pasrah.
Tapi Sarri masih berusaha melihat secercah harapan. "Di sisi lain, tim sebenarnya menunjukkan tanda-tanda bisa bersaing. Hanya saja, kami butuh konsistensi. Itu masalah utamanya," tambahnya.
Konsistensi, ya. Setelah kalah 2-0 dari Torino pekan lalu, Lazio sudah melalui 313 menit tanpa mencetak gol sama sekali di liga. Sungguh statistik yang memalukan. Dari tujuh laga terakhir, cuma satu kemenangan yang mereka raih.
Sarri pun mengakui akar masalahnya: serangan yang tumpul.
"Untuk jadi lebih konsisten, kami butuh striker yang bisa menjamin gol. Sayangnya, karena berbagai alasan musim ini, kami kekurangan itu," keluhnya. Sebuah pengakuan yang jujur tentang kelemahan skuadnya.
Masalah lain? Kedisiplinan. Tujuh kartu merah sudah diterima pemain Lazio musim ini. Gangguan yang jelas merusak ritme dan merugikan upaya meraih poin.
Nah, di sisi lain lapangan, Sassuolo justru punya motivasi besar. Mereka berpeluang meraih kemenangan ganda atas Lazio di liga untuk kali kedua sepanjang sejarah. Hasil bagus di Olimpico ini juga hampir pasti mengamankan tempat mereka di Serie A musim depan.
Pelatih Fabio Grosso tampak realistis namun optimis.
"Itu target kami, karena kita hampir sampai. Tapi secara matematis, belum sepenuhnya aman," katanya di DAZN.
Timnya memulai Maret dengan kemenangan penting, mengandaskan Atalanta meski harus bermain dengan sepuluh pemain hampir sepanjang laga. Hasil yang menunjukkan mental tangguh.
"Kami tidak mau cepat puas. Setiap pertandingan adalah kesempatan, dan kami akan berjuang untuk poin di setiap laga," tegas Grosso, menegaskan ambisi timnya.
Untuk laga nanti, Sassuolo cuma kehilangan Pinamonti dan Fadera. Kabar baiknya, Berardi dan Nzola siap memimpin lini depan. Walukiewicz juga sudah kembali dari hukuman.
Lazio? Mereka harus berhadapan dengan absennya Gigot dan Rovella karena cedera. Basic juga masih diragukan. Meski begitu, Sarri masih bisa mengandalkan pilar utama. Ratkov atau Maldini diperkirakan akan jadi ujung tombak.
Prakiraan Susunan Pemain
Lazio (4-3-3): Provedel; Marusic, Gila, Romagnoli, Tavares; Dele-Bashiru, Cataldi, Taylor; Isaksen, Maldini, Zaccagni.
Sassuolo (4-3-3): Muric; Walukiewicz, Muharemovic, Idzes, Garcia; Thorstvedt, Matic, Kone; Berardi, Nzola, Lauriente.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Moto3 Spanyol, Kenangan Comeback 2025 Jadi Modal
PSM Makassar Jadi Batu Sandungan Potensial bagi Persib di Perebutan Gelar Super League
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Kualifikasi Moto3 Spanyol, Catat Waktu Lebih Cepat tapi Gagal Bersaing
Pemerintah Makassar Gelontorkan Rp350 Miliar untuk Stadion Untia, Target Rampung 2027