Hun Sen: Kesabaran Kami Habis, Serang Semua Titik!

- Selasa, 09 Desember 2025 | 11:40 WIB
Hun Sen: Kesabaran Kami Habis, Serang Semua Titik!

Bentrokan di perbatasan Kamboja-Thailand kembali memanas. Mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, akhirnya angkat bicara. Dia dengan tegas menyatakan bahwa pasukan Kamboja sudah tidak lagi menahan diri.

Lewat sebuah unggahan di Facebook, pria yang kini menjabat Presiden Senat itu mengungkapkan kesabarannya punya batas.

"Kami sudah bersabar lebih dari 24 jam," tulisnya, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, jeda itu digunakan untuk menghormati gencatan senjata dan mengamankan warga sipil. Tapi kesabaran itu tampaknya habis. "Kemarin malam kami membalas. Respons kita lebih keras tadi malam dan pagi ini," lanjutnya tanpa tedeng aling-aling.

Nada bicaranya terasa garang. Hun Sen memberi perintah tegas kepada pasukannya.

"Serang di semua titik yang telah diserang musuh," perintahnya.

Dia juga menyiapkan kekuatan untuk sebuah strategi yang lebih besar: menghancurkan pasukan lawan. "Sekarang kita berjuang untuk mempertahankan diri lagi," tambahnya, menegaskan posisi Kamboja kali ini.

Situasi ini adalah lanjutan dari ketegangan yang memakan korban tidak sedikit. Beberapa waktu lalu, pertempuran lima hari antara kedua negara tetangga ini merenggut 43 nyawa. Baku tembak saat itu memicu pengungsian besar-besaran sekitar 300.000 orang di kedua sisi perbatasan terpaksa mengungsi, sebelum akhirnya gencatan senjata dideklarasikan.

Namun begitu, perdamaian itu tampaknya rapuh. Bentrokan yang kembali meletus minggu ini sudah menewaskan enam warga sipil Kamboja dan seorang tentara Thailand. Korban luka-luka dilaporkan lebih dari 20 orang.

Pihak Thailand, di sisi lain, melancarkan serangan udara dan mengerahkan tank pada hari Senin (8/12) kemarin. Saling tuduh pun tak terhindarkan. Kedua negara saling melempar kesalahan atas siapa yang memulai pertempuran kali ini.

Pernyataan Hun Sen ini juga sekaligus membantah keterangan resmi sebelumnya. Sehari sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, masih menegaskan bahwa pasukan mereka sama sekali tidak membalas serangan dari Thailand.

Kini, situasinya jelas sudah berubah. Kesabaran habis, dan kata "membalas" menjadi nada utama dari Phnom Penh.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar