Drama puncaknya terjadi di penghujung waktu normal.
Menit ke-87, pemain pengganti Medina menjadi pahlawan dengan menyodok bola ke gawang Malut. 3-3! Stadion mendadak hening, sebelum kemudian gemuruh suara pendukung PSM memecah kesunyian.
Tapi ceritanya belum selesai. Masa injury time menyisakan satu adegan lagi. David da Silva melepaskan tendangan yang masuk, seolah-olah meraih hattrick sekaligus kemenangan bagi Malut di menit 90 4. Sorak pendukung tuan rumah menggema.
Wasit Thoriq Alkatiri, bagaimanapun, tak buru-buru menunjuk tengah. Dia memutuskan untuk memeriksa VAR. Beberapa saat yang tegang pun menyusul.
Setelah melihat ulang, gol itu akhirnya dianulir. Wasit menilai ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu sekaligus mengukuhkan skor akhir 3-3.
Di balik lapangan, semua mata tertuju pada Zulkifli Syukur. Debutnya sebagai direktur teknik berlangsung dalam laga yang penuh gejolak. Penunjukannya adalah bagian dari upaya klub merapikan struktur teknis dan mencari formula baru pasca performa jeblok.
Jelang laga, asisten pelatih Ahmad Amiruddin sudah mengingatkan soal mentalitas.
katanya di konferensi pers. Pesan itu sederhana, tapi lahir dari kegelisahan nyata. Tim pelatih melihat ada yang tak beres; performa bagus di latihan kerap tak terbawa ke lapangan hijau.
Hasil imbang dramatis ini mungkin belum menyelesaikan semua masalah. Satu poin di Ternate jelas belum cukup untuk mengubah peta peringkat secara signifikan. Tapi, dalam situasi seperti ini, sebuah pertandingan penuh karakter bisa menjadi modal berharga. Bisa jadi ini awal dari momentum yang selama ini dicari-cari Pasukan Ramang. Malam di Gelora Kie Raha setidaknya membuktikan, semangat mereka belum padam.
Artikel Terkait
PSM Bangkit dari Ketertinggalan, Imbangi Malut United 3-3
Borneo FC Hancurkan Persebaya 5-1, Geser Persija di Papan Atas Super League
Arsenal Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Dihajar Ketat Mansfield 2-1
Malut United vs PSM Makassar Berakhir Imbang 3-3, Gol Kemenangan David da Silva Dibatalkan VAR