Jelas terlihat perbedaannya. Ketangguhan mental dan konsistensi pukulan lawan menjadi jurang yang mesti segera dikejar Alwi jika ingin benar-benar bersaing di kasta elite.
Kandasnya Harapan Tunggal Indonesia
Nasib kurang lebih sama menimpa tunggal putri. Satu-satunya harapan yang tersisa, Putri Kusuma Wardani, kembali harus menelan pil pahit. Ini sudah jadi kekalahan kesembilan kalinya darinya. Lawannya, sang ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan, An Se Young, tampil terlalu tangguh.
Putri tak berkutik dan tumbang dengan skor 11-21, 14-21. Dengan kekalahan ini, praktis sektor tunggal Indonesia bersih dari semifinal All England.
Putri mengakui dengan jujur kelemahannya. Konsistensi dan kekuatan pikiran di lapangan saat berhadapan dengan pemain Top 4 masih jadi pekerjaan rumah yang sangat besar baginya.
"Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu," pungkasnya, nada kecewa terdengar jelas.
Dua kekalahan ini menutup cerita tunggal Indonesia di Birmingham. Sebuah akhir yang pahit, tapi juga jadi bahan bakar berharga untuk perbaikan ke depan. Mimpi di karpet abu-abu itu belum pupus, hanya tertunda.
Artikel Terkait
PSM Makassar Lakukan Restrukturisasi Teknis, Zulkifli Syukur Jadi Direktur Teknik
Shin Tae-yong Dikabarkan Berminat Beli Klub Liga 2, Bekasi City
Debut Impresif Veda Ega, Bezzecchi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2026 di Buriram
Raymond/Joaquin Hadapi Juara Dunia di Semifinal All England 2026