Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:15 WIB
Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan

Angka yang keluar dari Kementerian Keuangan Israel sungguh mencengangkan. Mereka memperkirakan, perang dengan Iran telah membuat ekonomi negara itu merugi hingga 3 miliar dolar AS setiap pekannya. Kalau dirupiahkan, kerugiannya mencapai sekitar Rp50 triliun. Bayangkan saja, angka sebesar itu hilang dalam waktu tujuh hari.

Perang Lawan Iran, Ekonomi Israel Rugi Rp50 Triliun per Pekan. (Foto: Inews Media Group)

Lantas, apa penyebabnya? Salah satu pukulan terberat datang dari pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel. Mereka menetapkan level "merah" yang praktis membekukan banyak aktivitas. Orang-orang dilarang bepergian ke tempat kerja, sekolah-sekolah terpaksa tutup, dan puluhan ribu pasukan cadangan dimobilisasi. Dampaknya langsung terasa di seluruh negeri.

Konflik ini sendiri memanas pada hari Sabtu lalu, ketika Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, mulai melancarkan serangan ke Iran. Serangan balasan pun tak terhindarkan, mengguncang wilayah Israel dan Timur Tengah. Yang juga jadi korban adalah ekspor energi dari Teluk, yang ikut terganggu dan menambah ketidakpastian global.

Menurut para pejabat AS dan Israel yang dikutip Reuters, kampanye militer ini berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu. Artinya, kerugian miliaran dolar per pekan itu mungkin belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Kehidupan sehari-hari warga Israel berubah total. Selain sekolah yang kosong, segala bentuk pertemuan dilarang. Tempat kerja juga sepi, kecuali untuk layanan-layanan yang benar-benar penting. Sebagian besar karyawan terpaksa kembali bekerja dari rumah, sebuah deja vu dari masa-masa sulit sebelumnya.

Ini jadi pukulan telak bagi ekonomi yang sebenarnya cukup tangguh. Tahun lalu, di tengah perang Gaza, ekonomi Israel masih bisa tumbuh 3,1 persen. Bahkan, sebelum konflik dengan Iran meletus, optimisme masih tinggi. Proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini awalnya melampaui angka lima persen.

Namun begitu, semua proyeksi optimistis itu kini seperti mimpi. Perang telah mengubah segalanya dengan cepat, meninggalkan pertanyaan besar tentang seberapa lama dan dalam luka ekonomi ini akan berbekas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar