Angka yang keluar dari Kementerian Keuangan Israel sungguh mencengangkan. Mereka memperkirakan, perang dengan Iran telah membuat ekonomi negara itu merugi hingga 3 miliar dolar AS setiap pekannya. Kalau dirupiahkan, kerugiannya mencapai sekitar Rp50 triliun. Bayangkan saja, angka sebesar itu hilang dalam waktu tujuh hari.
Lantas, apa penyebabnya? Salah satu pukulan terberat datang dari pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel. Mereka menetapkan level "merah" yang praktis membekukan banyak aktivitas. Orang-orang dilarang bepergian ke tempat kerja, sekolah-sekolah terpaksa tutup, dan puluhan ribu pasukan cadangan dimobilisasi. Dampaknya langsung terasa di seluruh negeri.
Konflik ini sendiri memanas pada hari Sabtu lalu, ketika Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, mulai melancarkan serangan ke Iran. Serangan balasan pun tak terhindarkan, mengguncang wilayah Israel dan Timur Tengah. Yang juga jadi korban adalah ekspor energi dari Teluk, yang ikut terganggu dan menambah ketidakpastian global.
Menurut para pejabat AS dan Israel yang dikutip Reuters, kampanye militer ini berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu. Artinya, kerugian miliaran dolar per pekan itu mungkin belum akan berhenti dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Anggota DPR Apresiasi Putusan Bebas Hukuman Mati untuk ABK Kasus Sabu 2 Ton
Kapolri Ajak Masyarakat Sumsel Bersatu Dukung Upaya Diplomasi Perdamaian dan Swasembada
PGN Catat Kinerja Operasional dan Pendapatan Solid di Tengah Penyesuaian Aset Non-Tunai
Kapolri Serukan Persatuan Hadapi Dampak Krisis Timur Tengah di Safari Ramadan Sumsel