Karena itu, sorotan kini mengarah ke pucuk pimpinan. Alfajri secara khusus menyampaikan harapannya agar CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa, segera turun tangan dan mengambil sikap tegas.
"Harapan saya, tolong segera bangkit. Kami tidak mau melihat tim dengan sejarah panjang ini ada di liga 2. Kami titip pesan kepada CEO, segera hadir dan bertanggungjawab atas ini semua. Ini tidak lepas dari perannya yang sangat jarang mendampingi tim di saat pertandingan," pintanya.
Echo yang sama datang dari sudut tribun lain. Sulyadi Abbas, anggota Komunitas VIP Utara (KVU), juga merasakan kegelisahan yang persis. Dia berharap manajemen serius dan tak menutup mata.
"Sebaiknya manajemen cepat ambil sikap, masalah apa sebenarnya yang terjadi di dalam tim itu segera diatasi. Jangan dibiarkan berlarut-larut, kasihan juga kita ini kalau PSM sampai degradasi," kata pria yang akrab disapa Adit itu.
Waktunya memang semakin sempit. Menurut Adit, kebangkitan harus dimulai dari pertandingan selanjutnya. Jika tidak, ancaman degradasi bukan lagi sekadar omongan kosong.
"Bangkit itu sebuah keharusan, jangan dibiarkan begini terus. Jangan sampai nanti malah degradasi. Kita tidak punya sejarah itu dan jangan sampai hal itu terjadi," harapnya, menutup perbincangan.
Tekanan sudah di depan mata. Tinggal menunggu respons dari ruang manajemen.
Artikel Terkait
Dua Pebulu Tangkis Indonesia Lolos ke Perempat Final All England
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Cari Alasan di Tengah Badai Cedera
Persebaya Hadapi Ujian Berat di Kandang Tangguh Borneo FC
DallIgna: Marquez Hanya Tersandung Nasib Buruk di Thailand