Kasus pelecehan seksual terhadap delapan atlet panjat tebing nasional benar-benar menyita perhatian. Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, tak bisa tinggal diam. Ia mendesak agar pelaku, jika terbukti bersalah, dihukum seberat-beratnya. "Kami tidak boleh mentolerir kekerasan seksual dalam bentuk apa pun," tegasnya, Minggu (1/3/2026).
Hetifah menyoroti betapa kasus ini terjadi di tempat yang seharusnya paling aman: pelatnas. Ruang itu mestinya untuk menempa prestasi, bukan malah menjadi panggung pelanggaran hak asasi manusia. Nilai-nilai sportivitas pun ikut tercoreng. Ia mengapresiasi respons cepat dari Menpora Erick Thohir dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang langsung membentuk tim investigasi.
"Kasus ini harus diusut tuntas," ujarnya.
Menurut Hetifah, langkah penonaktifan sementara sang pelatih kepala, Hendra Basir, sudah tepat. Kebijakan semacam itu penting untuk melindungi korban sekaligus menjaga proses pemeriksaan agar berjalan objektif.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start Posisi Kelima Moto3 Thailand, Aura Bahagia Ingatkan Marc Marquez
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Dua Wakil Indonesia Gagal Melangkah ke Final German Open 2026
Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib