Jakarta - Baru sehari resmi dikontrak, Shayne Pattynama sudah bicara blak-blan. Targetnya untuk Persija Jakarta cuma satu: juara. Tak ada basa-basi dari pemain Timnas Indonesia ini, langsung ke inti persoalan begitu seragam Macan Kemayoran dikenakan.
“Saya sangat antusias dengan tantangan ini,” ujar Shayne.
“Bisa bergabung dengan klub sebesar Persija adalah sebuah kebanggaan. Jadi, ya, saya benar-benar bersemangat.”
Kontraknya berdurasi dua setengah musim, plus opsi perpanjangan. Langkah Persija merekrutnya jelas bukan tanpa maksud. Ini adalah sinyal kuat bahwa mereka serius mempertahankan posisi di papan atas klasemen, terutama di putaran kedua kompetisi yang akan segera bergulir. Shayne, dengan pengalamannya yang tak sedikit, diharapkan bisa langsung memberi dampak.
Di hari pertamanya, pemain kelahiran Belanda itu terlihat penuh energi. Dia menganggap momen bergabung dengan Persija sebagai titik penting dalam perjalanan kariernya, yang sebelumnya telah menjajaki liga-liga Eropa dan Asia Tenggara.
Dan soal target, dia tak perlu lama-lama berpikir.
“Target utama tentu saja menjadi juara,” tutur pemain berusia 27 tahun itu dengan tegas.
“Posisi kami di klasemen cukup baik dan dekat dengan papan atas. Peluang itu terbuka lebar.”
Menurut Shayne, kuncinya sederhana tapi berat: konsistensi. Tim harus bisa memenangkan sebanyak mungkin pertandingan. “Kami harus menunjukkan bahwa Persija adalah klub yang pantas menjadi juara,” imbuhnya. Tekad itu bukan datang dari sembarang pemain. Latar belakang Shayne cukup mentereng.
Dia adalah produk akademi elit Belanda, Ajax Youth dan Utrecht Junior, yang terkenal mencetak pemain dengan disiplin dan karakter permainan agresif. Karier profesionalnya dimulai di Telstar (2019-2021), lalu melanglang ke Viking FK di Norwegia. Sempat singgah di KAS Eupen (Belgia) sebelum akhirnya merasakan atmosfer Asia bersama Buriram United di Thailand tahun lalu.
Bersama Buriram, dia merasakan langsung gempuran Thai League, Piala FA, bahkan bergulat di panggung bergengsi Liga Champions AFC. Pengalaman di level Asia itu tentu berharga. Belum lagi catatannya bersama Timnas Indonesia: sembilan kali tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ditambah aksi di Piala Asia dan laga uji coba.
Klub punya harapan besar. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, tak menyembunyikan keyakinannya bahwa Shayne akan langsung berkontribusi.
“Shayne adalah sosok dengan pengalaman yang kami butuhkan,” kata Prapanca.
“Kehadirannya kami yakini akan memperkuat kualitas permainan dan kedalaman skuad. Ini bagian dari visi kami membangun tim yang solid, kompetitif, dan punya mental juara untuk menghadapi setiap tantangan.”
Jadi, begitulah. Dengan pernyataan perdana yang penuh keyakinan, Shayne Pattynama langsung menaikkan tensi ekspektasi. Persija memasuki babak baru kompetisi dengan pesan yang sangat jelas dari rekrutan anyarnya: juara adalah harga mati, tidak ada target lain.
Artikel Terkait
Ester Nurumi Pastikan Kemenangan Dramatis Indonesia atas Taiwan di Piala Uber 2026
Chelsea Pertimbangkan Xabi Alonso, Andoni Iraola, dan Marco Silva sebagai Pelatih Baru
Real Madrid Depak Arbeloa, Jose Mourinho Kandidat Terkuat Pengganti Musim Depan
Veda Ega Pratama Bidik Kejutan di Moto3 Le Mans Usai Finis Keenam di Spanyol