Udara senja mulai sejuk di Lapangan Pakembinangun, Sleman. Tapi para pemain PSS masih berlari. Nafas mereka berat, ritme permainan tak boleh kendor. Di sini, tak ada yang namanya latihan setengah hati. Setiap gerakan punya tujuan jelas: musim ini sudah masuk babak genting.
Impian promosi ke Liga 1 kini bukan sekadar angan-angan. Rasanya begitu dekat, hampir bisa digenggam. Tapi di saat yang sama, mimpi itu juga rapuh. Satu kekalahan saja bisa membuatnya menjauh lagi.
Minggu malam nanti, 1 Maret 2026, ujian besar menanti. Super Elang Jawa harus bertandang ke kandang Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Ini lebih dari sekadar pertandingan biasa. Tiga poin jadi harga mati untuk menjaga momentum yang sudah dibangun.
Kalau kamu lihat latihan mereka beberapa hari terakhir, intensitasnya benar-benar berbeda. Bola berpindah cepat, transisi serangan dijaga tajam. Pelatih seperti ingin menanamkan satu hal: di fase krusial kayak gini, detail kecil bisa jadi penentu. Satu blunder, konsekuensinya besar.
Setelah hasil kurang memuaskan melawan Persipura, pelatih Ansyari Lubis langsung ambil sikap. Tak ada waktu buat merenung lama-lama. Tim langsung diajak evaluasi, recovery, lalu kembali menggenjot latihan dengan fokus baru.
Menurut Ansyari, yang dibenahi menyeluruh. Bukan cuma formasi atau taktik, tapi hal-hal mendasar yang sering luput. Misalnya, keputusan akhir di depan gawang lawan. Atau disiplin menjaga posisi saat bertahan. Hal-hal sepele, tapi dampaknya besar.
"Kami persiapkan tim sebaik mungkin pasca-laga Persipura. Proses recovery sudah, sekarang waktunya meningkatkan intensitas," ujar Ansyari usai memimpin latihan.
Soal fokus, tim pelatih tampaknya sepakat. Mereka harus lebih tajam di depan gawang. Sepanjang musim, PSS sering bisa bikin serangan bagus. Tapi mengubah peluang jadi gol? Itu cerita lain. Di Championship yang ketat, efisiensi adalah segalanya.
Kabar baiknya, kondisi pemain. Skuad dalam keadaan fit semua, bebas cedera. Ini tentu jadi angin segar buat Ansyari buat memilih komposisi terbaik. Di fase segini, punya pemain lengkap itu sebuah kemewahan.
Artikel Terkait
Eddie Howe Desak Anthony Gordon Abaikan Rumor Transfer ke Tiga Raksasa Liga Inggris
Bezzecchi Tercepat di FP1 MotoGP Thailand, Marquez Posisi Kedua
Persib Berangkat ke Surabaya dengan Modal Kemenangan Telak 5-0
Veda Ega Pratama Catat P8 di Sesi Latihan Moto3 Thailand di Lintasan Basah