Jakarta kembali diserbu arus balik. Jalanan padat, laju kendaraan merayap. Di tengah situasi ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk punya pesan penting buat para pemudik yang hendak pulang: patuhi aturan. Khususnya saat melintasi ruas tol yang menerapkan rekayasa lalu lintas, baik sistem satu arah (one way) maupun contraflow.
Mereka sudah menyiagakan sejumlah fasilitas dan rambu pendukung. Tujuannya satu: menjaga keselamatan semua orang di jalan.
“Kami menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di sejumlah titik strategis,” jelas Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, Rabu (25/3/2026).
“Tak hanya itu, ada juga pengawalan kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) yang berperan sebagai safety car. Ini untuk memastikan kecepatan di lajur contraflow nggak melonjak-lonjak, tetap di angka 40 km/jam sesuai ketentuan,” tambahnya.
Lonjakan volume kendaraan periode arus balik Idulfitri tahun ini memang signifikan. Makanya, rekayasa lalu lintas seperti one way nasional dan contraflow diberlakukan. Kebijakan ini berdasarkan diskresi Polri, dengan harapan bisa mengoptimalkan kapasitas jalan tol. Yang paling utama, tentu agar perjalanan tetap lancar, aman, dan nyaman.
Dari sisi persiapan, Jasa Marga sudah memasang reflector two sides di pembatas median. Paket rambu juga ditempatkan di setiap akses masuk dan sepanjang jalur, kira-kira setiap 2,5 kilometer sekali.
Rambu-rambu itu berisi peringatan lalu lintas dua arah, larangan mendahului, lampu peringatan, dan penegasan bahwa lajur contraflow khusus untuk kendaraan kecil. Batas kecepatan maksimal 40 km/jam pun terus diingatkan.
Namun begitu, semua persiapan ini bisa jadi percuma kalau pengendara sendiri nggak disiplin. Rivan menegaskan, ketaatan pengguna jalan adalah kunci utamanya.
“Pada lajur contraflow maupun jalur one way, kami mohon pengguna jalan untuk hindari berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat,” tegas Rivan.
“Dilarang untuk berpindah lajur atau pindah jalur secara tiba-tiba. Patuhi batas kecepatan,” pesannya lagi.
Dia juga memberi catatan khusus soal keadaan darurat. “Jika mengalaminya, mohon jangan gunakan bahu jalan sebelah kanan. Tetap pakai bahu dalam atau bahu kiri. Apalagi di lajur contraflow, jangan sampai nekat menyeberang ke arah berlawanan hanya untuk berhenti di bahu kanan,” imbuhnya.
Sebelum masuk ke jalur rekayasa, pastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi fit. Untuk bantuan cepat, pengguna jalan bisa hubungi call center Jasa Marga di 133. Info lalu lintas terkini juga bisa dipantau lewat aplikasi Travoy.
“Kami harap kerja sama semua pihak,” kata Rivan menutup pernyataannya. “Patuhi aturan, jaga kecepatan, ikuti arahan petugas di lapangan, dan tetap di lajur masing-masing. Ini semua demi keselamatan bersama.”
Aturan-aturan ini bukan dibuat asal-asalan. Dasarnya adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas saat Lebaran. Diskresi kepolisian di lapangan juga bisa diterapkan secara situasional, menyesuaikan kondisi nyata dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Karena itu, pesan terakhir dari Rivan cukup sederhana: selalu cek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas. Jadwalnya dinamis, bisa berubah sesuai keputusan pihak kepolisian di lapangan.
Artikel Terkait
Bamsoet: Buku The Art of Simple Leadership Buktikan Kesuksesan Tak Selalu Ditentukan Gelar Akademik
Prabowo Bernyanyi dan Berjoget Bersama Warga di Pulau Terdepan Miangas
Prabowo Tinjau Fasilitas Kesehatan di Pulau Miangas Usai KTT ASEAN
Menteri Agama Undang Paus Leo XIV ke Jakarta Usai Dampingi Pemimpin Vatikan di Acara Vatikan