"Tapi memang benar," aku Marquez, "cedera datang kambuh, satu demi satu, dan seterusnya. Itu membuat tubuhku semakin malas, dan butuh waktu lebih lama [untuk pulih]."
Namun begitu, ada secercah optimisme yang ia bawa ke Buriram. Dalam tes pramusim akhir pekan lalu, ia mencetak waktu tercepat ketiga. Catatan 1 menit 28,836 detik itu cukup meyakinkan. Tapi, tes itu juga diwarnai tiga kali kecelakaan. Sebuah pengingat keras bahwa segala sesuatu masih sangat rapuh.
“Itulah sebabnya musim dingin ini terasa sangat panjang,” ujarnya, mengakui perjuangannya. “Dan kami masih terus berupaya mengatasinya.”
Setelah Thailand, masih ada jeda dua minggu sebelum seri berikutnya. Sebuah kesempatan berharga. “Jadi, mari kita lihat apakah kita dapat melanjutkan evolusi tersebut," harapnya.
Balapan akhir pekan ini bukan cuma soal poin. Ini adalah ujian pertama baginya bersama Ducati, sebuah pemeriksaan realitas terhadap fisik dan konsistensinya. Semua mata akan tertuju pada bagaimana sang legenda hidup itu bertarung, bukan hanya melawan pembalap lain, tapi juga melawan sejarah cederanya sendiri.
Artikel Terkait
Barcelona Pertimbangkan Tur Asia 2026 untuk Penuhi Aturan Finansial La Liga
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono