Serangan agresif ditambah kontrol yang apik di depan net membuat pasangan UEA kesulitan bernapas. Interval gim kedua ditutup dengan skor 11-6, masih untuk Indonesia.
Selepas itu, ya, hampir tidak ada kejutan. Konsistensi permainan mereka terjaga. Poin demi poin diraih, membuat jarak semakin lebar: 16-8. Pertahanan rapat dan variasi serangan yang mereka tunjukkan seolah tak memberi celah sedikitpun bagi Mysha/Taabia untuk bangkit.
Gim kedua pun berakhir lebih cepat dari yang diduga. Lanny/Apriyani mengunci kemenangan dengan skor 21-9.
Dengan hasil straight game ini, perjalanan mereka di Jerman terus berlanjut. Lebih dari sekadar tiket 16 besar, penampilan solid tadi memperlihatkan koordinasi yang kian padu. Mereka cuma butuh dua gim, tanpa memberi harapan sedikit pun bagi lawan untuk membalikkan keadaan.
Secara keseluruhan, kemenangan ini tentu jadi penguat moral. Ia mempertegas bahwa pasangan anyar Pelatnas Cipayung ini siap bersaing di kancah internasional.
Artikel Terkait
Inter Milan Masuk Perburuan, Goretzka Jadi Rebutan Arsenal dan Tottenham
Alwi Farhan Buka Opsi Tak Berpuasa Saat All England 2026 Beririsan dengan Ramadhan
PSM Makassar Krisis Identitas Usai Kalah Ketiga Kali Beruntun
Arsenal dan Barcelona Bersaing Rekrut Julian Alvarez