Serie A Jatuhkan Sanksi Tegas, CEO Juventus Diskors hingga Akhir Maret

- Selasa, 17 Februari 2026 | 20:40 WIB
Serie A Jatuhkan Sanksi Tegas, CEO Juventus Diskors hingga Akhir Maret

MURIANETWORK.COM - Otoritas disiplin Serie A telah menjatuhkan sanksi tegas terhadap sejumlah pejabat dan pemain menyusul insiden yang terjadi pada pekan ke-25 kompetisi. Hukuman terberat dijatuhkan kepada CEO Juventus, Damien Comolli, yang diskors hingga akhir Maret akibat perilaku agresifnya terhadap wasit dalam laga Derby d'Italia melawan Inter Milan. Keputusan ini menegaskan komitmen liga untuk menjaga integritas dan ketertiban pertandingan.

Insiden di Balik Layar Derby d'Italia

Gelaran Derby d'Italia antara Juventus dan Inter ternyata meninggalkan jejak yang berlarut hingga ke meja hijau. Setelah pertandingan usai, hakim olahraga Serie A memeriksa sejumlah laporan terkait insiden di luar lapangan. Sorotan utama tertuju pada CEO Juventus, Damien Comolli, yang dinilai telah melampaui batas.

Comolli dikenai sanksi diskors hingga 31 Maret 2024 dan denda 15.000 euro. Laporan resmi menyebutkan bahwa ia menunjukkan sikap agresif dan mengintimidasi wasit Federico La Penna di lorong stadion saat jeda babak pertama. Insiden itu dipicu oleh kartu merah yang diterima pemain Juventus, Pierre Kalulu.

Laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Comolli bahkan berusaha melakukan kontak fisik dengan sang wasit. "Tindakan itu dapat dicegah berkat intervensi pelatih Juventus serta staf lainnya," tulis laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa protes tersebut berlanjut hingga di depan ruang ganti wasit.

Hukuman untuk Pemain dan Pejabat Lainnya

Tidak hanya Comolli, mantan kapten Juventus Giorgio Chiellini juga terkena imbas. Chiellini, yang kini menjabat sebagai direktur, dinilai melakukan protes dengan cara yang gelisah dan tidak menghormati di area yang sama. Ia pun dihukum diskors hingga 27 Februari.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar