Stadion BJ Habibie, yang dulu dikenal sebagai tempat yang menakutkan bagi lawan, kini kehilangan aura tersebut. Kemenangan kandang terakhir terjadi pada November lalu. Meski dukungan suporter tetap solid, hal itu belum mampu diterjemahkan menjadi keunggulan psikologis dan poin maksimal di lapangan. Kondisi ini lambat laun dapat menggerogoti kepercayaan diri pemain.
Kerapuhan di Lini Belakang
Catatan 24 gol kemasukan musim ini adalah alarm yang serius. Meski sempat mencatat clean sheet, dua laga terakhir membuktikan masalah lama seperti disiplin menjaga ruang dan transisi bertahan yang lambat masih membelit. Kedalaman skuad di sektor pertahanan, yang diperparah dengan insiden kartu merah, tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
Debut Berat Sang Rekrutan Andalan
Perhatian juga tertuju pada penampilan perdana Dusan Lagator, rekrutan termahal PSM yang diharapkan menjadi pengganti Yuran Fernandes. Gelandang asal Montenegro itu masuk di menit ke-64, namun debutnya berjalan berat. Ia belum mampu memberikan pengaruh signifikan untuk mengubah dominasi permainan lawan atau mengontrol ritme laga.
“Tentu, tidak adil menilai seorang pemain hanya dari satu pertandingan,” tutur seorang pengamat sepak bola lokal. “Adaptasi terhadap atmosfer kompetisi, cuaca, hingga chemistry dengan rekan setim membutuhkan waktu.”
Namun, tekanan ekspektasi terhadap pemain dengan label harga tinggi memang nyata. Kekalahan dalam laga debutnya menjadi noda awal yang harus segera dihapus dengan kontribusi nyata di pertandingan-pertandingan mendatang.
Di Persimpangan Jalan
Posisi di peringkat ke-13, meski belum di zona degradasi, tidaklah nyaman. Jarak yang tipis dengan papan bawah menuntut kewaspadaan ekstra. Sementara itu, Dewa United di peringkat kesembilan justru menunjukkan perkembangan yang stabil.
PSM kini berada di titik kritis. Musim ini akan menentukan apakah mereka mampu menemukan kembali identitas dan mental juara yang dulu disegani, atau justru terperosok dalam krisis kepercayaan yang lebih dalam. Waktu untuk berbenah semakin sempit, dan setiap pertandingan ke depan memiliki bobot yang sangat berarti. Bagi Lagator dan seluruh skuad, jalan panjang nan berliku di Makassar baru saja dimulai.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam Eksodus, 11 Pemain Kunci Kontrak Habis
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia
Barbarez Ungkap Kunci Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Singkirkan Italia