MURIANETWORK.COM - PSM Makassar harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri, Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, setelah ditundukkan Dewa United dengan skor 2-0 dalam lanjutan BRI Liga 1. Dua gol tamu yang tercipta di masa injury time, melalui Vico Duarte dan Alex Martins, menjadi hukuman atas permainan pasif dan terlalu defensif yang ditunjukkan oleh tim asuhan Tomas Trucha sepanjang pertandingan. Kekalahan ini menghentikan tren positif mereka dan membuat posisi di klasemen turun ke zona rawan.
Strategi Bertahan yang Tak Bertahan Lama
Suasana di Stadion Gelora BJ Habibie sore itu diwarnai oleh pendekatan bermain yang mengecewakan dari tuan rumah. Meski diperkuat tiga pemain baru, PSM justru memilih untuk bertahan dalam blok rendah dan menunggu sejak menit awal. Garis pertahanan yang dirapatkan dan lini tengah yang lebih fokus memotong alur bola membuat serangan Dewa United bergulir nyaris tanpa gangguan berarti.
Sepak bola, bagaimanapun, seringkali tidak ramah kepada tim yang hanya menunggu. Dominasi permainan langsung direbut Dewa United. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan mengatur tempo permainan dengan percaya diri, sementara PSM tampak hanya bereaksi. Peluang Jacques Medina di menit kesembilan menjadi salah satu sedikit momen di mana tim Makassar berani keluar dari cangkang pertahanannya.
Tekanan yang Akhirnya Berbuah Gol
Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi ketenangan itu lebih terasa rapuh. PSM tidak benar-benar mengendalikan permainan; mereka hanya bertahan. Situasi makin runyam di babak kedua ketika Victor Luiz menerima kartu merah pada menit ke-76. Bermain dengan sepuluh pemain memaksa pertahanan PSM semakin tertekan dan kehilangan daya dorong.
Tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil di penghujung waktu. Vico Duarte berhasil memecah kebuntuan di menit ke-90, sebelum Alex Martins menggenapkan keunggulan menjadi 2-0 empat menit berselang. Dua gol di ujung laga itu menjadi simbol sempurna dari sebuah dominasi yang tak pernah mendapat perlawanan berarti.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030