Israel Tangkap 430 Aktivis Global Sumud Flotilla dalam Misi Bantuan ke Gaza, 9 WNI Ikut Ditahan

- Rabu, 20 Mei 2026 | 21:25 WIB
Israel Tangkap 430 Aktivis Global Sumud Flotilla dalam Misi Bantuan ke Gaza, 9 WNI Ikut Ditahan

Ratusan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 ditahan oleh otoritas Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional saat hendak mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza. Mereka kini berada di pelabuhan selatan Ashdod, Israel, dan proses penahanan masih berlangsung hingga Rabu (20/5/2026), menurut laporan kelompok hak asasi manusia Adalah.

Armada tersebut berlayar dari Turki sejak pekan lalu sebagai upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina. Sebelumnya, pada bulan lalu, pasukan Israel juga mencegat konvoi serupa. Misi ini digagas oleh para aktivis yang menolak kebijakan blokade yang dinilai melanggar hukum internasional.

Otoritas Israel menyatakan bahwa sebanyak 430 aktivis yang berada di atas kapal sedang dalam perjalanan menuju Israel. Sementara itu, Adalah mengonfirmasi bahwa sebagian dari mereka telah tiba di pelabuhan Ashdod dan langsung ditahan. Dalam pernyataannya, Adalah mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk penculikan paksa di perairan internasional.

“Setelah berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade ilegal, para peserta sipil ini diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya di luar kehendak mereka,” ujar perwakilan Adalah.

“Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan Israel tentang hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza,” sambungnya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Israel menolak mentah-mentah operasi tersebut dan menyebutnya sebagai aksi publisitas yang justru menguntungkan Hamas, kelompok Islamis Palestina yang menguasai Gaza. Seorang juru bicara kementerian menyatakan bahwa seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju ke Israel untuk bertemu dengan perwakilan konsuler masing-masing.

“Aksi PR lainnya telah berakhir. Semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” kata juru bicara tersebut pada Selasa malam.

“Aksi PR ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari aksi PR yang melayani Hamas,” tambahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengecam keras misi tersebut. Ia menyebutnya sebagai skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade yang telah diterapkan terhadap Hamas di Gaza.

Dari total ratusan aktivis yang ditahan, sembilan di antaranya merupakan warga negara Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan bahwa pemerintah terus memantau situasi dan berupaya memastikan keselamatan para relawan tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan diplomatik di Yordania, Turki, dan Mesir untuk memperoleh informasi yang akurat.

“Kementerian Luar Negeri kami dari kemarin sudah terus memonitor situasinya. Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jordan, Turki, Mesir untuk pertama mencari informasi yang akurat terkait posisi dan situasi dan keadaan dari saudara-saudara kita yang ditangkap,” kata Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar