Laga di Solo itu punya sisi menarik lain: kehadiran mantan Presiden Joko Widodo. Jokowi, dengan kemeja putih khasnya, menyaksikan langsung dari tribun. Kedatangannya disambut hangat oleh petinggi klub dan pejabat Polresta setempat.
Meski meraih satu poin, pelatih Persis Solo Milomir Seslija tak puas. Ada banyak catatan buruk, terutama dari sektor pertahanan.
"Kita sudah bisa mencetak gol, tapi kita juga kebobolan. Fokus pertahanan, terutama pada bola mati, akan menjadi bahan perbaikan utama dalam sesi latihan selanjutnya. Saya apresiasi kerja keras pemain, tapi banyak hal yang harus diperbaiki," tegas Milo usai laga.
Pernyataan pelatih itu diamini bek mereka, Dusan Mijic. Ia mengakui ada celah kesalahan yang berakibat fatal. Namun, Mijic meyakinkan bahwa skuad sudah kompak menganggap setiap laga sisa sebagai final. Semangat itu yang diharapkan bisa menutupi kelemahan teknis.
Jadi, bagi Ardiansyah dan Kamara, debut ini jelas bukan awal yang ideal. Masing-masing hanya bermain 45 menit dan membawa pulau kenangan pahit. Tapi, dalam sepak bola selalu ada laga berikutnya. Itulah kesempatan mereka untuk membalikkan keadaan dan membuktikan diri.
Artikel Terkait
Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Tumbang dari Bosnia di Playoff
Brian Uriarte Puas Raih Poin di Austin, Persaingan Sengit dengan Veda Ega Berlanjut
Italia Tersingkir, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti
Filipina Gagal Lolos ke Piala Asia 2027 Usai Imbang Lawan Tajikistan