Prediksi IHSG Hari Ini: Potensi Lanjutkan Penguatan ke Level 8.300
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (4/11). Sentimen positif ini datang setelah IHSG ditutup menguat 110,2 poin (1,36%) ke level 8.275,08 sehari sebelumnya.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Analis Phintraco Sekuritas mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mendorong optimisme pasar:
- Perbaikan Ekonomi Domestik: Ekspektasi membaiknya kinerja pasar modal menjelang akhir tahun.
- Konsumsi Masyarakat: Tren inflasi yang meningkat dianggap sebagai tanda pemulihan konsumsi.
- Data Makro Positif: PMI Manufaktur Indonesia naik ke 51,2 dan neraca perdagangan surplus USD 4,34 miliar.
Meski inflasi Oktober 2025 mencapai 2,86% (yoy), level tertinggi sejak April 2024, angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia (1,5-3,5%). Inflasi yang terkendali diperkirakan terus mendukung pemulihan ekonomi.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Level IHSG
Secara teknikal, Phintraco mencatat sinyal positif dengan penyempitan negative slope pada MACD yang berpotensi membentuk golden cross. Stochastic RSI juga bergerak naik. Berdasarkan analisis ini, IHSG berpotensi menguji level 8.300–8.350.
Analis MNC Sekuritas mendukung pandangan ini, mencatat penguatan IHSG yang disertai peningkatan volume pembelian dan keberhasilannya menembus MA20. Dalam skenario terbaik, MNC memproyeksikan resistance terdekat di 8.312–8.354, dengan support di 8.144 dan 8.042.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Berikut rekomendasi saham dari para analis untuk diperhatikan:
Rekomendasi Phintraco Sekuritas:
ASII, PTRO, ELSA, AKRA, SCMA
Rekomendasi MNC Sekuritas:
CDIA (Buy on Weakness), INKP (Spec Buy), KLBF (Buy on Weakness), TINS (Sell on Strength)
Disclaimer: Investasi di pasar modal mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Berita ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Sesi, Tekanan Sektor Teknologi dan EV Masih Membayangi
Moodys Turunkan Outlook Kredit Raksasa Korporasi dan BUMN Indonesia Jadi Negatif
IHSG Terkoreksi 2,08%, Mayoritas Sektor Berada di Zona Merah
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026