MURIANETWORK.COM - Sebuah pertandingan Liga 4 Sulawesi Selatan di Maros berakhir dengan skor yang tak lazim, 21-0, untuk kemenangan Makassar City atas Persibone Bone, Kamis (12/2/2026). Laga yang digelar di Lapangan Markas Batalyon Zeni Tempur 8/SMG, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, ini lebih dari sekadar catatan statistik. Ia mengungkap ketimpangan mendasar yang kerap menghantui kompetisi akar rumput, di mana semangat bertanding harus berhadapan dengan keterbatasan sumber daya yang nyata.
Bertaruh dengan Sepuluh Pemain
Dari awal, kondisi sudah tidak seimbang. Persibone tiba di lokasi pertandingan hanya dengan membawa sepuluh pemain. Keterbatasan dana disebut-sebut menjadi penyebab utama, memaksa mereka mengatur ulang formasi, termasuk menempatkan kiper cadangan sebagai pemain lapangan. Dengan komposisi yang sudah serba kurang itu, mereka harus menghadapi tekanan ofensif Makassar City sejak menit pertama.
Ketimpangan itu segera terkonversi menjadi gol. Serangan Makassar City yang terorganisir dan memanfaatkan lebar lapangan dengan baik sulit dibendung oleh pertahanan Persibone yang sudah kewalahan. Situasi semakin buruk ketika Vikram Husri dari Persibone menerima kartu merah di menit ke-30, saat skor sudah menunjukkan 7-0. Babak pertama pun ditutup dengan kedudukan 11-0.
Diterpa Cedera, Pertandingan Dihentikan
Babak kedua justru membawa ujian yang lebih berat. Dua pemain Persibone mengalami cedera, menyisakan hanya tujuh orang di lapangan jumlah minimal agar pertandingan dapat dilanjutkan. Meski demikian, Makassar City, yang juga sedang memburu posisi juara grup, tetap memainkan ritme permainan mereka untuk menjaga produktivitas gol.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030