Liga 4 Sulsel: Makassar City Hancurkan Persibone 21-0 di Tengah Drama Keterbatasan Pemain

- Jumat, 13 Februari 2026 | 20:00 WIB
Liga 4 Sulsel: Makassar City Hancurkan Persibone 21-0 di Tengah Drama Keterbatasan Pemain

MURIANETWORK.COM - Sebuah pertandingan Liga 4 Sulawesi Selatan di Maros berakhir dengan skor yang tak lazim, 21-0, untuk kemenangan Makassar City atas Persibone Bone, Kamis (12/2/2026). Laga yang digelar di Lapangan Markas Batalyon Zeni Tempur 8/SMG, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, ini lebih dari sekadar catatan statistik. Ia mengungkap ketimpangan mendasar yang kerap menghantui kompetisi akar rumput, di mana semangat bertanding harus berhadapan dengan keterbatasan sumber daya yang nyata.

Bertaruh dengan Sepuluh Pemain

Dari awal, kondisi sudah tidak seimbang. Persibone tiba di lokasi pertandingan hanya dengan membawa sepuluh pemain. Keterbatasan dana disebut-sebut menjadi penyebab utama, memaksa mereka mengatur ulang formasi, termasuk menempatkan kiper cadangan sebagai pemain lapangan. Dengan komposisi yang sudah serba kurang itu, mereka harus menghadapi tekanan ofensif Makassar City sejak menit pertama.

Ketimpangan itu segera terkonversi menjadi gol. Serangan Makassar City yang terorganisir dan memanfaatkan lebar lapangan dengan baik sulit dibendung oleh pertahanan Persibone yang sudah kewalahan. Situasi semakin buruk ketika Vikram Husri dari Persibone menerima kartu merah di menit ke-30, saat skor sudah menunjukkan 7-0. Babak pertama pun ditutup dengan kedudukan 11-0.

Diterpa Cedera, Pertandingan Dihentikan

Babak kedua justru membawa ujian yang lebih berat. Dua pemain Persibone mengalami cedera, menyisakan hanya tujuh orang di lapangan jumlah minimal agar pertandingan dapat dilanjutkan. Meski demikian, Makassar City, yang juga sedang memburu posisi juara grup, tetap memainkan ritme permainan mereka untuk menjaga produktivitas gol.

Puncaknya terjadi pada menit ke-78. Cedera kembali menimpa satu pemain Persibone, sehingga jumlah pemain aktif mereka di bawah batas minimal. Wasit pun terpaksa menghentikan pertandingan. Saat peluit panjang dibunyikan, papan skor telah menunjukkan angka fantastis 21-0 untuk kemenangan Makassar City.

Dampak dan Refleksi di Balik Angka

Kekalahan telak ini secara resmi mengakhiri perjalanan Persibone di fase grup Liga 4 Sulsel. Di Grup I, perebutan tiket juara grup kini akan diperebutkan oleh Makassar City dan Persijo Jeneponto. Namun, cerita di balik skor besar itu jauh lebih kompleks.

Liga 4 sebagai fondasi piramida sepak bola nasional seharusnya menjadi wadah pembinaan dan kompetisi yang sehat. Namun, pertandingan ini menyoroti persoalan klasik di level akar rumput: pendanaan, logistik, dan ketersediaan pemain yang belum merata. Persibone datang dan bertarung dengan segala kemampuan yang ada, tetapi kompetisi pada level ini menuntut kesiapan yang lebih matang dari semua aspek.

Bagi Makassar City, kemenangan ini tentu menjadi modal psikologis dan strategis yang berharga. Namun, bagi banyak pengamat dan pecinta sepak bola lokal, skor 21-0 adalah gambaran nyata tentang jurang yang masih perlu dijembatani dalam ekosistem sepak bola daerah.

Pertandingan di Tompobulu sore itu mungkin akan dikenang bukan karena keherotikan, melainkan karena kontras yang begitu tajam di atas lapangan hijau. Ia mengingatkan semua pihak bahwa di balik glamornya sepak bola top level, terdapat fondasi yang perlu terus diperkuat agar setiap pertandingan benar-benar mencerminkan semangat sportivitas dan kompetisi yang sehat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar