David Seaman Kritik Selebrasi Berlebihan Kiper Modern, Soroti Donnarumma

- Kamis, 12 Februari 2026 | 22:15 WIB
David Seaman Kritik Selebrasi Berlebihan Kiper Modern, Soroti Donnarumma

Kritik terhadap Donnarumma, yang baru bergabung dengan Manchester City musim panas lalu, hanyalah pintu masuk. Seaman melihatnya sebagai bagian dari fenomena yang lebih luas di kalangan kiper modern. Dia mencontohkan kiper yang baru pindah klub lalu langsung menunjukkan selebrasi berlebihan untuk penyelamatan biasa, yang justru dianggapnya mengganggu.

“Saat saya melihat kiper yang baru saja menandatangani kontrak dan memberikan semua itu setelah penyelamatan, padahal itu bukan penyelamatan yang hebat, saya berpikir: ‘Apa yang kamu lakukan? Rayakan saat itu benar-benar berarti,’ itu sangat mengganggu saya,” tuturnya.

Evolusi Peran dan Pentingnya Fondasi Dasar

Di balik kritiknya, Seaman sebenarnya mengakui evolusi peran kiper dalam sepak bola modern. Dia menyadari betapa pentingnya kontribusi kiper dalam membangun serangan dari belakang, sebuah aspek yang dijalankan dengan baik oleh kiper seperti David Raya di Arsenal. Kemampuan dengan kaki kini menjadi nilai tambah yang krusial.

Namun, baginya, kemajuan itu tidak boleh mengikis fondasi paling dasar dari ilmu menjaga gawang. Teknik-teknik tradisional tetap menjadi tulang punggung utama.

“Dasar-dasar tetap penting: posisi, pengambilan keputusan, dan ketenangan tetap menjadi kunci kualitas seorang kiper,” jelas Seaman.

Pandangan sang legenda ini memicu refleksi menarik. Di satu sisi, sepak bola modern menerima lebih banyak ekspresi emosi. Di sisi lain, bagi kalangan puritan seperti Seaman, ada batasan yang harus dijaga, terutama untuk posisi kiper yang membutuhkan kewibawaan dan ketenangan. Perdebatan ini pada akhirnya menyoroti keseimbangan antara karakter modern dan esensi klasik dari seorang penjaga gawang sejati.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar