Arus mudik Lebaran tahun ini memang luar biasa ramai. Di tengah hiruk-pikuk itu, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta justru mencatat kabar positif. Mereka berhasil mengangkut lebih banyak penumpang dibanding tahun lalu. Tepatnya, ada kenaikan sekitar 4 persen dengan total penumpang hampir menyentuh angka 991 ribu orang. Bandingkan dengan 2025, yang 'hanya' 945 ribu lebih.
Franoto Wibowo, sang Manager Humas, membeberkan rinciannya. Periode 11 sampai 30 Maret 2026 menjadi saksi keberangkatan massal. Dari stasiun-stasiun di wilayah Jakarta, sebanyak 882.003 orang memulai perjalanan mudik mereka. Sementara itu, yang datang atau tiba di Jakarta pada rentang waktu sama tercatat 727.827 pelanggan.
"Kemudian pada periode Hari H Lebaran, yaitu 21 dan 22 Maret, penumpang berangkat tercatat sebanyak 97.297 pelanggan dan penumpang tiba sebanyak 62.254 pelanggan," papar Franoto, Senin lalu.
Nah, kalau masa mudik ditandai dengan eksodus besar-besaran, arus balik justru memperlihatkan pola sebaliknya. Sejak 23 Maret hingga 1 April, volume kedatangan di Jakarta konsisten melampaui angka keberangkatan. Ambil contoh tanggal 30 Maret saja. Data menunjukkan 51.656 pelanggan tiba, sementara yang berangkat kurang dari separuhnya, hanya 23.742 orang.
Memang, puncak arus balik terjadi antara 23 hingga 30 Maret. Dalam kurun itu, ada 422.566 orang yang tiba di ibu kota. Dan tanggal paling favorit untuk pulang? Tampaknya 25 Maret, dengan 53.406 penumpang memadati stasiun-stasiun.
Meski ramai, masih ada kabar baik buat yang belum balik. Untuk periode pasca Lebaran, mulai 30 Maret hingga 1 April, masih tersisa sekitar 91.533 kursi kosong. Masih ada kesempatan.
Menurut Franoto, capaian ini bukanlah kebetulan. Ini buah dari komitmen dan persiapan matang KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang, terutama saat arus balik yang selalu lebih tricky.
"Kami mencatat adanya peningkatan kinerja sebesar 4 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api semakin tinggi, terutama pada masa Angkutan Lebaran," ujarnya.
Ia menegaskan, fokus utama mereka adalah pelayanan kepada penumpang yang tiba. Stasiun-stasiun tujuan menjadi perhatian khusus.
"Kami fokus memastikan seluruh penumpang yang datang di wilayah Daop 1 Jakarta dapat turun dengan aman, nyaman, serta mendapatkan kemudahan akses lanjutan. Petugas kami juga disiagakan untuk membantu pelayanan di stasiun-stasiun kedatangan," tambah Franoto.
Meski masa angkutan Lebaran masih berlangsung hingga 1 April, pihaknya berjanji untuk menjaga kualitas layanan sampai detik terakhir. Operasional harus tetap lancar, aman, dan nyaman bagi semua penumpang yang kembali ke Jakarta.
Artikel Terkait
Iran Peringatkan Akan Langsung Lawan Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan
Dua Pilot Tewas saat Pesawat Latih Militer Taiwan Jatuh di Pangkalan Udara Gangshan
Gempa M5,1 Guncang Sarmi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PMI Manufaktur Indonesia Netral di 50,0 pada Mei, Produksi Masih Tertekan Harga Bahan Baku dan Konflik Global