MURIANETWORK.COM - Pembalap rookie Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan etos kerja yang impresif pada hari pertama tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, Senin (9/2/2026). Di tengah guyuran hujan yang membuat lintasan licin, pembalap Honda Team Asia itu justru memilih untuk turun dan mencatat jumlah lap terbanyak, sambil meraih waktu terbaik keenam sesi. Keputusan berani ini diambil untuk memaksimalkan waktu terbatas dalam beradaptasi dengan motor barunya.
Uji Nyali di Tengah Hujan
Kondisi cuaca di Portimao jauh dari ideal. Hujan yang turun sejak hari sebelumnya membuat permukaan trek sangat basah dan berisiko tinggi. Situasi ini membuat mayoritas pembalap memilih untuk menunggu di garasi, menimbang bahaya yang tidak sebanding dengan manfaatnya. Namun, Veda Ega Pratama justru melihatnya sebagai peluang berharga.
Dengan motor Honda Moto3-nya, pembalap asal Gunung Kidul itu memutuskan untuk menghadapi tantangan tersebut. Ia tampil agresif, melahap aspal yang diguyur hujan demi mengumpulkan data dan membangun rasa terhadap motor barunya. Dalam sesi yang penuh pertimbangan itu, Veda berhasil menyelesaikan 35 putaran, sebuah angka yang menjadi yang tertinggi di antara semua peserta tes hari itu.
Strategi di Balik Keputusan Berani
Langkah Veda untuk tetap turun di kondisi basah bukanlah tindakan gegabah, melainkan bagian dari strategi yang dipertimbangkan matang. Dalam dunia Moto2 dan Moto3, jadwal tes resmi sangat terbatas dan tidak ada hari pengganti yang disediakan. Setiap menit di lintasan menjadi sangat berharga, terutama bagi seorang rookie yang belum memiliki pengalaman di motor spesifikasi Grand Prix.
Veda memanfaatkan momen ini untuk menabung jam terbang dan mempercepat proses adaptasinya. Tekadnya terbayar dengan catatan waktu terbaik 2 menit 5,156 detik, yang cukup untuk menempatkannya di posisi keenam klasemen sementara hari pertama.
“Mengingat, regulasi ketat di Moto2 dan Moto3 yang tidak menyediakan hari pengganti untuk tes resmi,” jelasnya mengenai keputusan tersebut.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026