Kredit besar tentu untuk Bernardo Tavares. Fleksibilitas taktik dan keberaniannya melakukan rotasi di tengah laga menunjukkan kedalaman skuad yang ia miliki. Transisi cepat, kerja sama tim, dan efisiensi kini jadi ciri khas mereka.
Di lini tengah, sosok Francisco Rivera kembali tak tergantikan. Dua assist yang ia catat malam itu bukan angka kosong, melainkan cerminan pengaruhnya yang besar dalam mengendalikan ritme permainan. Sebelum laga, ia sudah menyiratkan optimisme itu.
ucap Rivera sehari sebelumnya.
Dan keyakinannya terbukti. Proses adaptasi pemain anyar berjalan mulus, menciptakan persaingan sehat di dalam skuad. Intensitas latihan meningkat, energi tim terasa berbeda. Mereka juga datang dengan persiapan matang.
tambah Rivera.
Kerja keras itu terbayar lunas.
Kini, klasemen menyajikan narasi baru yang menarik. Dengan 35 poin, jarak ke Malut United di peringkat empat sangat tipis. Enam poin ke puncak juga bukan jurang yang tak bisa diseberangi. Di sisa kompetisi yang masih panjang, segalanya bisa berubah cepat.
Apakah ini awal dari kudeta? Masih terlalu cepat untuk berkesimpulan. Tapi satu hal yang pasti: konsistensi dan kedewasaan yang ditunjukkan Persebaya belakangan ini jarang terlihat di musim-musim sebelumnya. Jika tren ini bertahan, mimpi empat besar bukan lagi angan-angan, tapi target yang sangat nyata.
Di Gianyar, mereka tidak cuma menang. Mereka menyampaikan sebuah pesan kepada semua pesaingnya.
Green Force sedang melaju, dan mereka tak berniat berhenti.
Artikel Terkait
Harry Kane Unggul Jauh dalam Perebutan European Golden Boot 2025/2026
PSM Makassar Terima Sanksi Larangan Transfer FIFA untuk Kelima Kalinya
Timnas Indonesia Andalkan Bek Eropa sebagai Fondasi Utama Jelang FIFA Series
John Herdman Hadapi Ujian Perdana di FIFA Series, Lawan Saint Kitts dan Nevis