Suasana di Taman PKK Kota Makale, Selasa (24/3) lalu, agak berbeda. Bukan sekadar pertemuan biasa. Di sana, sejumlah tokoh agama dari berbagai keyakinan di Tana Toraja berkumpul, wajah mereka tampak serius. Mereka menyuarakan kegelisahan yang sama: maraknya praktik-praktik sosial yang menggerogoti ketertiban dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi corongnya. Lewat forum inilah, mereka secara tegas menyatakan penolakan terhadap dua hal yang dianggap kian meresahkan: perjudian dan penyalahgunaan narkoba.
Menurut sejumlah saksi, fenomena perjudian belakangan ini kerap dikait-kaitkan dengan kegiatan adat. Sementara itu, peredaran narkoba disebut semakin mengkhawatirkan, menyusup diam-diam ke tengah komunitas.
“Penyakit sosial ini tidak hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga berpotensi memporak-porandakan kelestarian budaya asli Toraja yang dikenal religius dan beretika tinggi,”
Demikian penegasan Ketua FKUB Tana Toraja, Pdt. Dr. Rendtik Sony Paattane, M.Th., yang disampaikan pada Rabu (25/3). Pernyataan itu ia sampaikan didampingi Sekretaris, Pdt. Azer Ilu, S.Th., M.M. Bagi mereka, sikap ini adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial di Bumi Lakipadada.
Artikel Terkait
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi Usai Lebaran
Mediasi Sukses Redakan Ketegangan Sengketa Masjid di Barru
Waktu Tepat Mulai Qadha Puasa Ramadan 1447 H Usai Idulfitri