Di sisi lain, kebebasan dari sanksi FIFA ini tentu jadi angin segar. Kehadiran Lagator dan Boboev diharapkan bisa mengisi kekosongan dan menyeimbangkan skuad. Sebelumnya, Trucha memang terbuka mengakui bahwa timnya masih butuh tambahan pemain di bursa transfer paruh musim.
Dia menyebut salah satu target adalah bek kanan yang fleksibel, bisa bermain sebagai full-back maupun gelandang bertahan. Selain itu, PSM juga butuh sosok penyerang untuk mengisi kekosongan pasca-kepergian Lucas Dias.
Kalau kita lihat di lapangan, masalah utama PSM sebenarnya cukup jelas: efektivitas di depan gawang lawan. Trucha sendiri menyoroti hal ini. Menurutnya, kualitas finishing dan umpan-umpan terakhir di area penalti masih jauh dari kata memuaskan.
Rentetan hasil buruk itu juga dipengaruhi jadwal berat harus berhadapan dengan tim-tim papan atas seperti Persib, Madura United, dan Borneo. Belum lagi badai cedera yang melanda pemain-pemain kunci seperti Savio dan Medina. Gledson pun belum fit sempurna; dia cuma jadi pemain cadangan saat lawan Semen Padang.
Sekarang, dengan sanksi sudah dicabut, peluang untuk berbenah terbuka lebar. Semua mata tertuju pada Lagator dan Boboev, apakah mereka bisa langsung memberi dampak positif. Tantangan berikutnya adalah laga krusial melawan PSBS Biak. Posisi di klasemen makin rawan, ancaman zona merah semakin nyata.
Waktunya tidak banyak. Alasan sudah habis. Yang dibutuhkan sekarang cuma satu: kemenangan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start Posisi Keempat di Tengah Dominasi KTM di Moto3 Brasil
NAC Breda Protes Kemenangan Go Ahead Eagles, Persoalkan Status Kewarganegaraan Dean James
PSG Hajar Nice 4-0 dan Kembali ke Puncak Klasemen Ligue 1
AC Milan Kalahkan Torino 3-2, Juventus Tertahan Imbang Sassuolo