"Jadi, klub mengerti itu lebih bagus untuk kita lebih kuat. Dia masih muda. Dan kita lihat itu kesempatan untuk kita bisa bawa dia," ujar Souza pada Selasa kemarin.
Alasan utamanya jelas: status Mauro sebagai Warga Negara Indonesia. Dia nggak makan slot pemain asing. Di tengah regulasi kompetisi yang ketat, punya striker berkualitas yang dihitung sebagai pemain lokal itu seperti menemukan harta karun. Apalagi usianya masih 21 tahun – masih punya ruang berkembang yang luas. Belum lagi dia sudah jadi bagian dari Timnas Indonesia, yang tentu nambah nilai jual dan kedalaman skuad.
Secara profil, Mauro Zijlstra ini striker berdarah Indonesia-Belanda yang resmi dinaturalisasi Agustus tahun lalu. Dia udah dapat tiga caps di Timnas senior, termasuk di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan juga sempat main di SEA Games 2025 Thailand bareng tim U-22.
Kariernya di FC Volendam memang agak tersendat. Setelah klubnya promosi ke Eredivisie, kesempatan main di tim utama jadi langka. Mauro lebih sering turun buat tim U-21 mereka. Minimnya jam main inilah yang diduga jadi pendorong utama dia memilih cari peluang di Indonesia.
Kalau semuanya beres dan dia bertahan sampai 2028, Mauro bakal melengkapi gelombang pemain diaspora yang lagi rame-ramenya meramaikan Super League. Sebelum dia, udah ada nama-nama seperti Thom Haye, Jordi Amat, sampai Rafael Struick yang lebih dulu adaptasi.
Jadi, lihat aja nanti. Transfer ini jelas bukan cuma urusan tambah-tambahan pemain. Ini lebih ke investasi. Persija kayaknya lagi menyusun pondasi buat tim yang nggak cuma kuat buat musim ini, tapi juga untuk beberapa tahun ke depan. Keputusannya bijak atau tidak, waktulah yang bakal jawab.
Artikel Terkait
Mario Suryo Aji Peringkat Ketiga di Latihan Bebas Moto2 Brasil
Hamilton Akui Tantangan Ekstra Era Regulasi Baru F1 2026
Veda Ega Pratama Catat P8 di FP1 Moto3 Brasil, Jadi Pembalap Honda Tercepat Kedua
Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara