Strategi ini dianggap sebagai langkah cerdas untuk menjaga keuangan klub tetap sehat, sekaligus memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
Rekor Baru di Ambang Pintu?
Kalau transfer Peralta benar-benar terjadi dengan angka Rp10,43 miliar, transaksi ini berpotensi memecahkan rekor di Liga 1. Bisa jadi ini akan jadi tolok ukur baru untuk nilai pemain bintang di Indonesia.
Memang ada risikonya. Melepas pemain kunci di tengah persaingan ketat tentu berbahaya untuk target juara. Namun begitu, pihak klub tampaknya melihat ini sebagai keputusan bisnis yang masuk akal. Mereka percaya stabilitas finansial jangka panjang tak kalah penting dari trofi.
Mau ke Mana Peralta?
Soal klub tujuan, masih simpang siur. Belum ada pernyataan resmi dari mana pun. Tapi, rumor berkembang pesat. Kabarnya, ia kemungkinan besar tetap di Liga 1.
Dua raksasa, Persib Bandung dan Persija Jakarta, disebut-sebut paling berminat. Wajar saja, mereka adalah rival langsung Borneo di papan atas.
Faktor lain yang memperumit atau mempermudah negosiasi adalah status kontrak Peralta yang akan berakhir akhir musim ini. Situasi ini pasti akan jadi bahan perbincangan panas di dunia sepak bola nasional dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Upamecano Pilih Perpanjang Kontrak, Madrid Terpaksa Gigit Jari
Ivar Jenner Resmi Bebas Transfer, Dewa United Posisi Terdepan
Persib, Persija, dan Persebaya Berebut Pemain Timnas Jelang Tutup Bursa
Persija Garap Zijlstra: Strategi atau Borong Striker?