.CO.ID, JAKARTA Kabar bahwa Mauro Zijlstra bakal segera diboyong ke Persija Jakarta ternyata bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Gimana nggak? Skuad Macan Kemayoran itu sebenarnya udah kebanjiran pemain depan. Ada Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, sampai Emaxwell Souza. Tapi rupanya, manajemen dan pelatih Mauricio Souza punya hitungan lain yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar nambah stok striker.
Memang sih, Persija sendiri belum buka suara secara resmi. Tapi tanda-tandanya makin jelas aja. Lorenzo Lepore, seorang jurnalis Italia, ngasih konfirmasi bahwa Zijlstra udah berangkat ke Indonesia sejak Senin lalu. Agenda pertamanya? Tes medis, baru kemudian kontrak bakal ditandatangani.
"Mauro Zijlstra akan segera menandatangani kontrak dengan Persija Jakarta. Ia sudah dalam perjalanan ke Indonesia dan akan menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun setelah menyelesaikan pemeriksaan medis pada hari Selasa," tulis Lepore lewat akun X-nya, @lorenzooleporee.
Nah, informasi yang mirip juga datang dari akun pemantau bursa transfer Asia, @seasiagoal. Mereka bilang, Mauro udah terima tawaran Persija, padahal kontraknya sama FC Volendam masih panjang, sampai 2027. Artinya, ini pilihan si pemain sendiri buat hijrah.
Lalu, buat apa lagi Persija mendatangkan penyerang baru? Pertanyaan itu pasti nongol di kepala para suporter. Jawabannya nggak sederhana.
Pelatih Mauricio Souza mencoba menjelaskan. Katanya, ini bukan soal numpuk pemain. Buat dia, kedatangan Zijlstra itu sebuah "kesempatan" strategis yang sayang banget kalau dilewatin.
"Jadi, klub mengerti itu lebih bagus untuk kita lebih kuat. Dia masih muda. Dan kita lihat itu kesempatan untuk kita bisa bawa dia," ujar Souza pada Selasa kemarin.
Alasan utamanya jelas: status Mauro sebagai Warga Negara Indonesia. Dia nggak makan slot pemain asing. Di tengah regulasi kompetisi yang ketat, punya striker berkualitas yang dihitung sebagai pemain lokal itu seperti menemukan harta karun. Apalagi usianya masih 21 tahun – masih punya ruang berkembang yang luas. Belum lagi dia sudah jadi bagian dari Timnas Indonesia, yang tentu nambah nilai jual dan kedalaman skuad.
Secara profil, Mauro Zijlstra ini striker berdarah Indonesia-Belanda yang resmi dinaturalisasi Agustus tahun lalu. Dia udah dapat tiga caps di Timnas senior, termasuk di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan juga sempat main di SEA Games 2025 Thailand bareng tim U-22.
Kariernya di FC Volendam memang agak tersendat. Setelah klubnya promosi ke Eredivisie, kesempatan main di tim utama jadi langka. Mauro lebih sering turun buat tim U-21 mereka. Minimnya jam main inilah yang diduga jadi pendorong utama dia memilih cari peluang di Indonesia.
Kalau semuanya beres dan dia bertahan sampai 2028, Mauro bakal melengkapi gelombang pemain diaspora yang lagi rame-ramenya meramaikan Super League. Sebelum dia, udah ada nama-nama seperti Thom Haye, Jordi Amat, sampai Rafael Struick yang lebih dulu adaptasi.
Jadi, lihat aja nanti. Transfer ini jelas bukan cuma urusan tambah-tambahan pemain. Ini lebih ke investasi. Persija kayaknya lagi menyusun pondasi buat tim yang nggak cuma kuat buat musim ini, tapi juga untuk beberapa tahun ke depan. Keputusannya bijak atau tidak, waktulah yang bakal jawab.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Juara Red Bull Rookies Cup Spanyol 2026, Raih Bonus Rp50 Juta dari Pengusaha Tambang
Real Madrid Incar Unai Emery untuk Gantikan Arbeloa di Tengah Krisis Trofi
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah di Red Bull Rookies Cup Spanyol, Raih Bonus Rp50 Juta
Arsenal Andalkan Ketajaman Gyokeres saat Hadapi Atletico di Leg Kedua Semifinal Liga Champions