Nah, di tengah situasi itu, dua nama yang paling sering disebut adalah Mauro Zijlstra dan Ragnar Oratmangoen. Keduanya dianggap lebih realistis.
Mauro Zijlstra, pemain 20 tahun yang kini membela FC Volendam, punya daya tarik tersendiri. Musim ini, ia belum sekalipun mencicipi lapangan di Eredivisie dan hanya bermain untuk tim U-21. Di balik itu, ada faktor sentimental: latar belakang keluarganya yang berasal dari Bandung. Hal ini tentu membuatnya punya ikatan emosional dengan kota dan klub tersebut.
Sementara itu, Ragnar Oratmangoen menghadapi tantangan berbeda. Meski sudah beberapa kali tampil untuk klubnya, menit bermainnya sangat terbatas. Belum lagi, ia sedang berjuang pulih dari cedera lutut yang dideritanya. Kondisi fisik seperti ini jelas jadi pertimbangan serius bagi Persib jika ingin bergerak cepat di bursa transfer. Membeli pemain cedera selalu punya risiko tinggi.
Jadi, pilihannya ada di tangan manajemen Persib. Mau mengambil risiko dengan striker muda penuh potensi seperti Zijlstra, atau mempertimbangkan pemain yang punya catatan di level tertentu seperti Oratmangoen meski dengan catatan cedera?
Publik, terutama Bobotoh, kini hanya bisa menunggu. Menunggu langkah konkret dari Maung Bandung. Jawabannya, tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji Amankan Tiket ke Q2 di GP Brasil
Mario Suryo Aji Peringkat Ketiga di Latihan Bebas Moto2 Brasil
Hamilton Akui Tantangan Ekstra Era Regulasi Baru F1 2026
Veda Ega Pratama Catat P8 di FP1 Moto3 Brasil, Jadi Pembalap Honda Tercepat Kedua