Namun begitu, suasana berubah total di gim kedua. Sempat lagi-lagi imbang 6-6, Tiwi dan Fadia tiba-tiba menemukan ritme. Mereka bermain lebih percaya diri, menciptakan jarak dan memimpin 11-6 saat interval.
Bao Li Jing/Li Yi Jing jelas tidak menyerah. Usai jeda, mereka balas menekan dengan serangan agresif dan smash tajam. Kedudukan pun terpangkas jadi 9-11. Tapi, kali ini Tiwi/Fadia tampil solid. Mereka menjaga komposisi permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan 1-1 dengan skor 21-15.
Gim penentu berlangsung sengit. Kedua pasangan seperti tak mau memberikan celah sedikitpun. Usai interval, skor masih sama kuat: 15-15. Suasana mencekam. Tapi, di momen-momen krusial, Tiwi dan Fadia tampil lebih dingin. Poin demi poin mereka raih, dan akhirnya menutup pertandingan dengan angka 21-18. Sorak-sorai pun pecah.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini bukti kerja keras dan chemistry yang mulai terbangun di antara mereka berdua. Sebuah awal yang cerah.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027