PSM Makassar Berburu Striker Timnas Tajikistan Meski Dihimpit Sanksi FIFA

- Minggu, 01 Februari 2026 | 08:00 WIB
PSM Makassar Berburu Striker Timnas Tajikistan Meski Dihimpit Sanksi FIFA

Trucha Beri Isyarat, Satu Asing Harus Angkat Kaki

Pelatih Tomas Trucha tak pernah menyebut nama spesifik. Tapi arahannya jelas. Evaluasi terhadap pemain asing masih berjalan, dan komposisi belum final.

Dengan regulasi yang ketat, logikanya sederhana: kalau striker baru datang, maka satu pemain asing yang ada harus hengkang. Ini bukan spekulasi, tapi bagian dari koreksi yang wajib dilakukan. PSM tak mau mengulang kesalahan paruh pertama musim: terlalu lama mempertahankan pemain yang kontribusinya minim.

Di sisi lain, keberanian PSM juga terlihat di sektor pertahanan. Di tengah hiruk-pikuk sanksi, mereka justru mendatangkan Dusan Lagator, bek tengah Montenegro dengan nilai pasar tertinggi di skuad.

Kedatangan Lagator bukan sekadar tambahan biasa. Ini seperti teguran terbuka untuk lini belakang yang kerap blunder. Lima kekalahan beruntun dan pertahanan yang bolong-bolong memaksa manajemen bertindak tegas. Pesannya: status dan jasa masa lalu tak lagi jadi jaminan.

Memilih Risiko Demi Keselamatan

Jadi beginilah situasinya. Sanksi FIFA memang membelit administrasi. Tapi di lapangan hijau, realitasnya lebih kejam: lawan-lawan makin kuat, persaingan makin sengit.

PSM ada di pusaran itu semua.

Dengan tetap memburu Boboev dan sudah mendatangkan Lagator, klub ini mengambil sikap berani. Mereka memilih menghadapi risiko hari ini dengan segala konsekuensinya daripada pasrah dan terpuruk lebih dalam. Ini bukan manuver gegabah, melainkan keputusan terpaksa di sebuah liga yang sama sekali tak kenal ampun.

Satu hal yang kini jelas: PSM Makassar tidak sedang membangun kenyamanan. Mereka sedang berperang. Melawan krisis, melawan tekanan, dan yang paling utama, melawan waktu yang terus berdetak.


Halaman:

Komentar