JEPARA – Laga tandang menantang menanti Persijap Jepara. Selasa depan, mereka bakal berhadapan dengan Arema FC di kandang sang lawan. Situasi skuad Persijap sendiri terlihat makin solid, terutama setelah mereka mendatangkan kiper anyar: M Ardiansyah, yang dipinjam dari PSM Makassar.
Kiper Timnas U-23 ini konon sudah siap turun. Namanya bahkan sudah tercatat di sistem operator liga, I.League, untuk pekan ke-19 Super League 2025/2026 nanti.
Tapi jangan salah, statusnya sebagai pemain timnas bukan jaminan ia langsung jadi pilihan utama. Soalnya, Persijap sudah punya dua kiper yang selama ini bermain reguler. Persaingan di bawah mistar bakal ketat.
Menariknya, daftar pemain di I.League menunjukkan Persijap punya lima kiper selain Ardiansyah. Ada Sendri Johansah, Raufa Aghastya, Rodrigo Moura Do Nascimento, dan Putra Sheva Sanggasi. Dari sekian nama itu, cuma dua yang benar-benar sering main sepanjang putaran pertama: Rodrigo (12 laga) dan Sendri (6 laga).
Lalu bagaimana dengan Ardiansyah? Selama di PSM musim ini, ia sama sekali tak pernah dimainkan. Posisinya kalah bersaing dengan kiper senior seperti Hilman Syah dan Reza Arya Pratama. Nah, inilah yang mungkin jadi alasan pinjamannya.
Bagi Persijap, kehadiran Ian sapaan akrabnya bisa jadi angin segar. Catatan pertahanan mereka sejauh ini kurang bagus: 33 gol kebobolan dalam 18 laga. Ardiansyah diharapkan bisa menambal lubang di bawah mistar itu.
Di sisi lain, keputusan PSM meminjamkannya juga punya alasan jelas. Bukan karena kualitas Ian buruk, tapi lebih untuk memberi ia jam terbang. Wajar saja, sebagai kiper timnas junior, ia butuh main secara rutin. Terpaku di bangku cadangan jelas bukan pilihan ideal.
Momen Pamitan yang Haru
Meski baru resmi terdaftar di I.League untuk Persijap, proses perpisahan Ardiansyah dengan PSM sudah terjadi lebih dulu. Momen itu berlangsung usai laga PSM kontra Bali United, Sabtu (9/1/2026) lalu.
Saat itulah, kiper berusia muda itu secara resmi berpamitan kepada seluruh pelatih, ofisial, dan rekan-rekan setimnya. Setelah lebih dari lima tahun membela Juku Eja, Ian memutuskan untuk mengakhiri pengabdiannya di Makassar.
Momen haru itu diabadikan dan diunggah lewat akun Instagram resmi @psm_makassar pada Selasa (27/1/2026). Dalam video pendek yang beredar, Ardiansyah terlihat tegar meski raut haru jelas terpancar. Ia berdiri dengan jaket hitam di tengah rekan-rekannya.
Dengan suara yang tenang, ia meminta dukungan dan doa dari keluarga besar PSM agar kariernya bisa terus berkembang di pelabuhan baru. Meski tak lagi berkostum merah, Ian berjanji akan selalu mendoakan kesuksesan Pasukan Ramang.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan, disengaja atau tidak, selama masa baktinya.
"Saya minta satu agar kalian selalu mendoakan saya untuk bisa berkembang ke depannya lagi. Saya juga tidak lupa mendoakan kesuksesan tim PSM dan kesuksesan kalian semua yang ada di sini,"
ujar Ardiansyah, menutup perpisahan. (")
Terkini
Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:06 WIB
Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:05 WIB
Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:00 WIB
Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:50 WIB
Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:50 WIB
Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:48 WIB
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat