Bisa juga dengan menggeser laga ke hari Kamis. Namun, opsi ini dianggap sulit. Jadwal TV yang sudah terjual membuat segalanya menjadi kaku.
Jika kedua cara itu mentok, Chelsea akan coba bernegosiasi langsung dengan pihak kepolisian. Mereka harus meyakinkan bahwa keamanan beberapa laga sekaligus di London masih bisa ditangani. Tapi, menurut sejumlah saksi, peluang ini kecil.
Dampaknya bukan main-main.
Kehilangan Stamford Bridge di fase knockout bukan cuma soal administrasi. Ini tamparan psikologis. Atmosfer mencekam di sana sering jadi 'pemain ke-12' yang menguntungkan Chelsea. Bermain di stadion netral akan menghilangkan keuntungan besar itu.
Belum lagi kerugian finansial dan operasional. Mengatur ulang segalanya dalam waktu singkat bakal merepotkan. Para pemegang tiket musiman juga pasti kecewa berat.
Regulasinya adil? Banyak yang meragukan.
Situasi ini menyoroti kelemahan aturan UEFA. Menggunakan peringkat liga sebagai satu-satunya penentu terasa tidak adil. Seolah klub yang sedang berjuang di domestik tapi jago di Eropa harus dihukum.
Jika semua upaya gagal, Chelsea harus siap. Mereka akan menjalani laga "kandang" di tanah netral. Sebuah skenario yang pasti memengaruhi mental para pemain di lapangan.
Pesta kemenangan atas Napoli ternyata belum usai. Tantangan berikutnya justru datang dari meja regulasi, bukan dari lawan di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Anfield Bergemuruh, Liverpool dan Newcastle Berebut Tiket Liga Champions
Harapan Ana/Trias di Thailand Masters Pupus di Tangan Ganda China
Persebaya Siap Hantam Dewa United dengan Senjata Kolektif
Guardiola Bicara Gaza di Barcelona: Kita Telah Meninggalkan Mereka Sendirian