Itulah tantangan besarnya. PSM berharap atmosfer Super League dan kepercayaan dari pelatih bisa memicu performa terbaik Cumic. Mereka juga berharap ia bisa memberi variasi serangan dan meringankan beban Alex Tanque, yang selama ini jadi tumpuan utama.
Pengamat sepak bola Imran Amirullah melihat rekrutmen ini sebagai langkah logis.
“Mesti ada evaluasi disitu pelatih bagaimana mengevaluasi sektor yang kira-kira lemah dalam tim,” kata Imran.
Ia menambahkan, keputusan akhir memang ada di tangan pelatih. “Mungkin dari penyerangnya itu diproper. Sekarang evaluasinya seperti apa dan materinya bagaimana dan kurang stok di posisi mana yang perlu didatangkan pemain baru,” ungkapnya.
“Tergantung situasi di tim itu sendiri, karena dia (pelatih) lebih tahu,” jelas Imran lagi.
Kabar baiknya, Cumic sudah bisa dimainkan segera. Pada pekan ke-19, PSM akan menjamu Semen Padang di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (2/2/2026). Laga itu berpotensi jadi debutnya.
Secara administratif, tak ada halangan. Namanya sudah terdaftar di situs operator liga sejak Minggu (25/1/2026). Tinggal menunggu, apakah kehadiran striker anyar ini benar-benar bisa jadi pembeda dan membawa angin segar untuk PSM. (Erfyansyah/)
Artikel Terkait
Arteta Puas, Chelsea Lolos ke Perempat Final Liga Champions
Arbeloa: Kemenangan atas Man City di Etihad Pencapaian yang Sulit dan Melegakan
Chelsea Tumbang Telak dari PSG, Mimpi Liga Champions Pupus
Marc Marquez Tegaskan Belum Ada Rencana Pensiun, Fokus ke Kompetisi