Di sisi lain, perubahan drastis diperlihatkan Persebaya sejak Bernardo Tavares mengambil alih kursi kepelatihan. Ada energi baru. Dua laga awal di bawah asuhannya berbuah manis: menang 2-1 atas Malut United dan membantai PSIM Jogjakarta 3-0 di kandang lawan.
Yang lebih mengerikan, mereka sedang menikmati empat kemenangan beruntun. Sepuluh gol dicetak, sementara gawang mereka hanya bobol sekali. Angka-angka itu bicara banyak soal soliditas yang mereka bangun, baik di lini serang maupun pertahanan.
Jan Olde Riekerink mengakui beratnya tantangan di Stadion Gelora Bung Tomo. Suara puluhan ribu suporter Bonek bisa menghancurkan mental tim mana pun. Tapi, sang pelatih asal Belanda itu kokoh dengan optimisme.
“Bisa jadi pertandingan melawan Persebaya akan sulit, tapi bisa juga menjadi mudah karena kami adalah tim favorit,” ujarnya.
Meski menyebut hasil imbang adalah hal yang realistis, target utama mereka tetap sama: mencuri poin penuh dari markas Green Force. Surabaya bersiap menyambut pertarungan sengit.
Artikel Terkait
Arsenal dan Bayern Muenchen Pimpin Delapan Tim yang Langsung Lolos ke 16 Besar Liga Champions
Warsinggih Ambil Formulir, Siap Rebut Kursi Ketua PBSI Sulsel
Lamine Yamal Bawa Barcelona Lolos Mulus, Rasanya Lebih Bebas di Liga Champions
Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung