Kalau kita lihat catatannya di MLS, wajar saja Ajax kepincut. Selama tiga setengah tahun di Dallas, Paes benar-benar berkembang. Dia tampil dalam 128 pertandingan dan sukses mencatat 25 clean sheet. Konsistensinya di antara tiang gawang memang luar biasa.
Sebenarnya, ini seperti pulang kampung baginya. Sebelum ke Amerika, Paes sudah akrab dengan sepak bola Belanda. Dia adalah produk akademi NEC Nijmegen dan sempat membela tim utama mereka. Kemudian, kariernya makin melesat di FC Utrecht, sebelum akhirnya memutuskan mencoba peruntungan di MLS awal 2022.
Di Timnas Indonesia, posisinya sudah tak tergoyahkan. Sejak resmi menjadi WNI, dia sudah membela Garuda sepuluh kali. Aksi-aksinya sering kali heroik, jadi tulang punggung pertahanan yang sangat diperhitungkan di Asia.
Kepindahan ini tentu kabar gembira bagi sepak bola Indonesia. Punya pemain di klub besar Eropa seperti Ajax? Itu prestise tersendiri. Namanya pasti makin berkibar di kancah global.
Di sisi lain, suporter Persib Bandung pasti kecewa berat. Ekspektasi mereka sudah melambung tinggi mendengar rumor peminjaman. Sayangnya, skema itu tak pernah terwujud. Ya, begitulah dunia transfer. Penuh kejutan dan kadang disertai kekecewaan.
Artikel Terkait
Krisis Lini Tengah Persija: Ricky Kambuaya Beri Kode ke Kemayoran?
Maarten Paes Pilih Ajax, Peluang Sejarah Liga Champions Terbuka
PSM Makassar Incar Bek Montenegro untuk Atasi Kebocoran di Lini Belakang
Kedatangan Lagator dan Masa Depan Yuran: PSM di Persimpangan Kapten