Namun begitu, jalan kariernya sebenarnya berakar kuat di Belanda. Sebelum mencoba peruntungan di Amerika, pemain berusia 27 tahun ini menghabiskan masa-masa formatifnya di sana. Ia adalah produk akademi NEC Nijmegen, dan debut profesionalnya terjadi pada musim 2016/2017.
Dua musim di Nijmegen, lalu dia pindah ke FC Utrecht di awal 2018/2019. Barulah pada awal tahun 2022, petualangan di MLS dimulai. Kini, setelah membuktikan diri, pintu untuk kembali ke Eredivisie terbuka lebar.
Di sisi lain, keputusannya untuk membela Timnas Indonesia juga jadi bagian penting dari perjalanannya. Hingga saat ini, Paes telah mengoleksi 10 caps bersama Garuda, menjadi sosok yang diandalkan di antara tiang gawang.
Kalau transfer ini benar-benar rampung nanti, bukan cuma sekadar pulang kampung. Ini adalah tantangan baru yang jauh lebih berat. Paes akan terjun ke persaingan ketat untuk merebut posisi kiper utama Ajax, sebuah tantangan yang akan menentukan beberapa tahun ke depan kariernya.
Artikel Terkait
Rumor ke Persib Pupus, Maarten Paes Dipastikan Hijrah ke Ajax Amsterdam
Dusan Lagator Siap Geser Yuran Fernandes Jadi Pemain Termahal PSM
Raymond/Joaquin Taklukkan Taiwan dalam Laga Tiga Gim di Thailand Masters
Krisis Pertahanan PSM: Kapten Yuran di Ujung Tanduk, Lagator Jadi Penyelamat?