JAKARTA – Bursa transfer paruh musim selalu jadi momen yang seru. Untuk Super League 2025/2026, gelombang kedatangan pemain baru benar-benar mengacak ulang peta. Yang paling mencolok? Pergeseran drastis dalam daftar pemain termahal.
Nama Layvin Kurzawa tiba-tiba jadi buah bibir. Kehadiran bek sayap Persib Bandung itu seperti tamparan. Langsung saja ia memuncaki daftar, menggeser nama-nama yang sebelumnya mendominasi.
Di sisi lain, Bali United tetap menunjukkan gengsinya. Klub ini masih yang paling gemuk koleksi pemain mahalnya.
Gebrakan Persib dengan Bintang Eropa
Persib Bandung jelas tak main-main. Mendatangkan Layvin Kurzawa di tengah musim adalah pernyataan ambisi yang nyaring. Bek asal Prancis ini punya track record yang mentereng. Dia adalah mantan pilar Paris Saint-Germain, klub raksasa di negaranya.
Selama tujuh musim di PSG, dari 2015 sampai 2022, Kurzawa tampil dalam 154 pertandingan. Ia menyumbang 14 gol dan 23 assist angka yang luar biasa untuk seorang bek.
Pengalamannya tak cuma di Prancis. Dia juga pernah merasakan kerasnya Premier League bersama Fulham, dan Primeira Liga Portugal dengan Boavista. Profilnya, saat ini, mungkin yang paling tinggi di antara semua pemain asing di Indonesia.
Nilai pasarnya sekarang sekitar Rp13,04 miliar. Tapi yang bikin geleng-geleng, nilai tertingginya pernah menyentuh Rp399,78 miliar! Itu terjadi saat dia masih berseragam PSG.
Klub "Geng Rp10 Miliar"
Di belakang Kurzawa, ada Noah Sadaoui. Rekrutan anyar Dewa United ini, yang statusnya dipinjam dari Kerala Blasters India, punya harga Rp10,43 miliar.
Angka itu kayaknya jadi semacam standar baru. Seperti klub-klub papan atas berlomba masuk ke dalam "klub eksklusif" Rp10 miliar. Dan Bali United, sekali lagi, paling mencolot.
Serdadu Tridatu punya tiga pemain sekaligus yang nilainya segitu: Thijmen Goppel, Teppei Yachida, dan si baru datang, Diego Campos. Kekuatan mereka di paruh kedua musim ini patut diwaspadai.
Apa Artinya Buat Kompetisi?
Dari pergerakan nilai pasar ini, ada beberapa hal yang menarik dicermati. Selama ini, gelar pemain termahal hampir selalu dipegang penyerang atau gelandang serang. Tapi lihat sekarang: Kurzawa adalah bek, Sadaoui seorang sayap. Ini sinyal kuat. Klub-klub besar mulai berinvestasi serius untuk memperkuat lini belakang dan keseimbangan taktik, bukan cuma mengandalkan bomber di depan.
Dominasi Bali United dengan tiga pemainnya di kisaran angka itu juga bicara banyak. Manajemen mereka jelas punya strategi jangka panjang yang matang. Kedatangan Yachida dan Campos di putaran kedua bukan cuma untuk iseng-iseng, tapi buat mempertahankan tren positif dan menekan rival di puncak klasemen.
Lalu, ada efek branding dari kedatangan Kurzawa. Ini bukan cuma soal angka di atas kertas. Pemain yang pernah dihargai hampir Rp400 miliar dan punya caps untuk Timnas Prancis itu membawa aura berbeda. Kehadirannya, mau tak mau, menaikkan standar dan gengsi Super League di mata internasional. Daya tarik liga kita jadi lebih kuat.
Ini Dia Daftar 10 Besarnya
- Layvin Kurzawa (Persib Bandung): Rp13,04 miliar
- Noah Sadaoui (Dewa United): Rp10,43 miliar
- Thijmen Goppel (Bali United): Rp10,43 miliar
- Adrian Luna (Persik Kediri): Rp10,43 miliar
- Teppei Yachida (Bali United): Rp10,43 miliar
- Diego Campos (Bali United): Rp10,43 miliar
- Mariano Peralta (Borneo FC): Rp10,43 miliar
- Andrew Jung (Persib Bandung): Rp8,69 miliar
- Maxwell Souza (Persija Jakarta): Rp8,69 miliar
- Jon Toral (Persik Kediri): Rp8,69 miliar
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Brentford 2-1, Kokoh di Posisi Lima Besar Liga Inggris
PSG dan Bayern Munchen Bersiap Bentrok di Semifinal Liga Champions, Duel Tim Paling Produktif Musim Ini
PSG vs Bayern di Semifinal Liga Champions: Duel Tim Paling Produktif Musim Ini
Dewa United Dikabarkan Pindah Markas ke Sumatera Utara, Klub Lain Juga Incar Daerah Baru