"Para pemain sudah berjuang dengan konsisten dan pantas dapat pujian. Tapi saat kalah, itu tanggung jawab saya. Saya yang harus melindungi mereka."
Ia mencoba melihat sisi positif. "Dalam sepak bola, Anda pasti akan melewati momen-momen sulit. Mustahil berharap menang setiap pertandingan. Margin kemenangan dan kekalahan itu tipis. Kami sudah mempersempitnya, dan sekarang harus bereaksi. Ujian pertama adalah laga Liga Champions di Rabu nanti. Hari ini kami tidak berada di level terbaik, dan kami membayar mahal untuk itu," tandas Arteta, menutup pernyataannya.
Di sisi lain, suasana di kubu tamu jelas berbeda. Michael Carrick, sang pelatih interim Manchester United, terlihat begitu lega dan bahagia. Kemenangan di markas Arsenal adalah pencapaian yang manis.
"Hari yang baik," ucap Carrick dengan senyum lebar. "Butuh usaha sangat besar untuk meraih ini. Saya bangga sekali pada para pemain."
Ia mengakui timnya harus bertahan di awal laga. Tapi perlahan, mereka justru tumbuh dan menemukan ritme permainan.
"Mereka fantastis. Lihat saja semangat dan komitmen mereka. Hasil ini sangat berarti, dan itu terlihat jelas di akhir pertandingan. Sungguh, datang ke sini dan menang bukan hal mudah. Perasaan di akhir laga tadi... fantastis," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pedro Matos Resmi Diperkenalkan, Persebaya Siapkan Senjata Baru Jelang Putaran Kedua
Alwi Farhan Taklukkan Thailand, Gelar Perdana Jadi Penanda Kebangkitan
Chelsea Hancurkan Kutukan Tandang, Gasak Crystal Palace 3-1
Carrick Pimpin United Hancurkan Arsenal, Zona Liga Champions Kini Terbuka