BANDUNG – Cuma dua hari. Itu saja waktu yang dimiliki Borneo FC untuk menikmati puncak klasemen Super League 2025/2026. Persaingan di papan atas memang tak pernah memberi jeda panjang.
Takhta itu kini sudah kembali ke tangan Persib Bandung. Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (25/1/2026) lalu, Maung Bandung meraih kemenangan dramatis 1-0 atas PSBS Biak. Gol tunggal itu cukup untuk mengudeta Borneo dari posisi teratas.
Sejak peluit awal, Persib langsung mendominasi. Kolaborasi Marc Klok dan Thom Haye di lini tengah terlihat solid, menciptakan beberapa peluang berbahaya. Tapi, hari itu kiper PSBS Biak, Kadu, tampil luar biasa. Beberapa penyelamatannya membuat para penyerang tuan rumah nyaris frustrasi.
Gawangnya tetap perawan hingga jeda babak pertama.
PSBS Biak sendiri sesekali memberi ancaman. Lewat serangan balik cepat di menit ke-41, Heri Susanto hampir saja membuat kejutan. Kiper Teja Paku Alam harus bekerja keras untuk mencegah gol. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Semuanya berubah di menit ke-55. Heri Susanto menerima kartu kuning keduanya, memaksa PSBS bermain dengan sepuluh pemain. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan betul oleh pelatih Bojan Hodak.
Dia memasukkan Andrew Jung untuk menambah daya gedor. Keputusan yang ternyata jitu.
Kebuntuan akhirnya pecah tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Di menit ke-87, umpan matang Andrew Jung diteruskan oleh Ramon Tanque ke arah Berguinho. Striker asal Brasil itu lalu melepaskan sontekan dingin yang tak bisa dihalau Kadu.
Stadion pun meledak. 1-0 untuk Persib, skor yang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
“Ini kemenangan penting untuk mental tim,” ujar Bojan Hodak usai laga. “Anak-anak bermain dengan hati, dan pengganti yang masuk memberikan dampak langsung. Itulah yang kita butuhkan.”
Kemenangan ini jelas bukan cuma soal keberuntungan. Ada kedalaman skuad dan kecerdasan taktik di baliknya. Kehadiran Andrew Jung sebagai pemain pengganti menjadi kunci, membuka ruang yang dimanfaatkan sempurna oleh Berguinho.
Borneo FC pun harus turun ke posisi kedua dengan 40 poin. Persib, dengan 41 poin, kembali memegang kendali. Persija Jakarta mengikuti di belakang dengan 38 poin.
Yang menarik, GBLA kembali membuktikan diri sebagai benteng yang angker. Ini sudah kemenangan kandang kesembilan mereka musim ini. Konsistensi di rumah sendiri jelas jadi modal berharga untuk memburu gelar.
Meski begitu, ada catatan kecil. Persib sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat PSBS yang bermain sangat defensif. Ketergantungan pada momen individu di menit akhir bisa jadi bahan evaluasi. Tapi untuk sekarang, yang penting tiga poin sudah di kantong dan puncak klasemen kembali direbut.
Dengan tambahan amunisi seperti Dion Markx dan Lyvin Kurzawa, perjalanan Maung Bandung musim ini semakin menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como
642 Siswi dari 44 SD/MI Ramaikan Babak Final MilkLife Soccer Challenge Samarinda
Indonesia Menang Dramatis 3-2 atas Thailand di Piala Thomas 2026, Moh Zaki Ubaidillah Jadi Penentu