PSM Makassar: Alarm Darurat Berbunyi, Manajemen Tak Bisa Lagi Bersembunyi

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:00 WIB
PSM Makassar: Alarm Darurat Berbunyi, Manajemen Tak Bisa Lagi Bersembunyi

MAKASSAR Musim ini terasa pahit. Lima kekalahan beruntun bukan cuma statistik, itu adalah jeritan dari dalam. Krisis di PSM Makassar sebenarnya sudah lama mengendap, jauh sebelum nama Tomas Trucha menghiasi bangku cadangan.

Ingat saat Bernardo Tavares pergi? Itu bukan keputusan mendadak. Dia lelah. Gaji yang tak kunjung dibayar, janji-janji kosong dari manajemen, dan komunikasi yang macet total. Situasinya stagnan. Tak ada perubahan berarti yang terlihat.

Namun begitu, kepergian pelatih Portugal itu rupanya tak cukup jadi pelajaran. Manajemen seperti mengulangi skenario yang sama, hanya dengan aktor yang berbeda.

Harapan sempat mengembung ketika Trucha datang. Tiga laga awal memberi secercah cahaya. Tapi itu cuma ilusi. Empat kekalahan beruntun di penghujung putaran pertama mestinya jadi alarm keras saatnya evaluasi dan berbenah total.

Di sinilah peran manajemen seharusnya bersinar. Cari pemain yang dibutuhkan pelatih, perbaiki sektor yang bobrok. Nyatanya? Nol besar.

Masalah lama kembali menghantui: sanksi FIFA dan larangan transfer. PSM tak cuma gagal mendatangkan pemain baru, mereka juga kehilangan pemain incaran ke klub lain. Bahkan, ada yang terang-terangan ingin kabur. Kepercayaan pada klub pun ambrol.

Alhasil, PSM masuk pertandingan dengan skuad seadanya. Tak ada penyegaran, tak ada terobosan. Hanya para pemain yang harus bertahan di tengah segala keterbatasan.

Kekalahan kelima di Jepara Sabtu malam itu seperti membuka luka yang belum kering. Bertandang ke kandang Persijap, Pasukan Ramang kembali tumbang 0-2. Dua gol lawan, dari Carlos França di menit ke-4 dan Iker Guarrotxena di menit 61, lahir dari kekacauan pertahanan sendiri.

Gol cepat di awal babak langsung menghancurkan mental. Upaya sapuan Victor Luiz yang membentur Akbar Tanjung berujung bola liar, dan França dengan dingin memanfaatkannya. Itu adalah gambaran sempurna: panik, lamban, dan tidak kompak.

Persijap nyaris menambah gol lewat Alexis Gómez yang mengenai mistar. Sementara serangan balik PSM, meski ada upaya lebar sayap, selalu mentah di depan gawang.


Halaman:

Komentar