BARCELONA – Napas baru akhirnya datang untuk Barcelona. Di bawah sorotan lampu Stadion Camp Nou, Rabu (21/1) malam lalu, mereka meraih kemenangan meyakinkan 4-2. Hasil itu bukan sekadar tiga poin, tapi secercah harapan untuk menduduki peringkat delapan Liga Champions musim depan. Harapan yang sempat meredup kini kembali menyala terang di tangan Hansi Flick.
Targetnya jelas: lolos otomatis. Menghindari babak play-off yang berisiko dan melelahkan. Tambahan tiga poin dari laga terakhir itu mendongkrak posisi Blaugrana ke peringkat sembilan dengan 13 poin. Mereka sekarang cuma selangkah lagi dari zona aman delapan besar zona "privilese" yang membuka pintu langsung ke fase gugur.
Tapi, jangan salah. Posisi ini sama sekali belum aman. Persaingan di papan tengah benar-benar sengit. Ada delapan tim, dari peringkat 6 sampai 13, yang sama-sama mengumpulkan 13 poin. Jaraknya begitu tipis. Laga pamungkas nanti bakal benar-benar berasa seperti pertarungan hidup dan mati.
Skenario Kelolosan Otomatis
Barcelona akan menutup fase grup di kandang sendiri, menjamu Copenhagen. Syarat utamanya sederhana: wajib menang. Tiga poin adalah harga mati. Hasil lain, imbang atau kalah, hampir pasti akan melemparkan mereka ke babak play-off yang tak diinginkan.
Namun begitu, kemenangan saja belum tentu cukup. Mereka juga harus berharap pada hasil pertandingan lain. Untungnya, dua tim di atas mereka akan saling bentrok di laga terakhir. Artinya, pasti ada yang kehilangan poin. Itu peluang emas bagi Barca untuk menyalip.
Ada satu hal lagi yang patut diwaspadai: selisih gol. Saat ini, angka mereka cuma 5, kalah tipis dari beberapa pesaing langsung. Kalau poin akhirnya seri, jumlah gol inilah yang akan jadi penentu. Makanya, Robert Lewandowski dan kawan-kawan dituntut bukan cuma menang, tapi menang dengan skor yang meyakinkan.
Alasan Utama Menghindari Play-off
Bagi Flick, ini lebih dari sekadar gengsi. Ini soal manajemen tim yang praktis. Bayangkan, lolos otomatis berarti Barcelona menghemat dua pertandingan tambahan. Di tengah jadwal yang padat dan badai cedera seperti yang baru menimpa Pedri dua laga "bonus" itu bisa jadi beban fisik yang sangat berat.
Dengan tiket 16 besar sudah di kantong, Flick bisa bernapas lega. Dia akan punya ruang lebih leluasa untuk merotasi pemain di ajang La Liga, terutama saat jeda internasional atau pekan-pekan krusial. Tak perlu lagi pusing memikirkan laga hidup-mati di Eropa di sela-sela itu.
Mampu bangkit dari awal musim yang terseok-seok dan finis di delapan besar juga akan jadi suntikan mental yang dahsyat. Flick sendiri mengakui performa timnya belum sempurna, tapi momentum sepertinya sedang berpihak.
“Target kami jelas, finis di posisi delapan besar. Memang awal kami kurang ideal, tapi sekarang peluang itu ada di tangan kami sendiri. Melewati dua pertandingan lebih sedikit akan sangat membantu proses pemulihan dan persiapan tim,” ujar pelatih asal Jerman itu.
Kini, segalanya berpulang pada partai di Camp Nou. Menang melawan Copenhagen bukan cuma urusan poin. Ini tentang merebut jalan pintas menuju tahap berikutnya, menghemat tenaga, dan menjaga semangat juang yang baru saja terpantik. Semuanya akan ditentukan di sana.
Artikel Terkait
MotoGP Spanyol 2026 Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Bezzecchi Incar Kemenangan Keempat Beruntun
Borneo FC Hajar Semen Padang, Tapi Posisi Puncak Klasemen Masih Milik Persib
Veda Ega Pratama Terlempar ke Q1 Moto3 Spanyol, Unggul Tipis dari Rival Malaysia
Napoli Hajar Cremonese 4-0, Conte Puas dengan Respons Tim Usai Dipermalukan Lazio