Masalah bertambah dengan cedera yang dialami Anton Fase dan Donny Warmerdam. Kedalaman skuad tuan rumah pun menipis, memaksa pelatih Jean Paul Van Gastel berpikir ekstra keras untuk meramu strategi yang disiplin.
Di sisi lain, Persebaya memasuki babak baru ini dengan wajah yang diperbarui. Tiga pemain asal Brasil Bruno ParaĆba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes siap memberi warna. Kreativitas di lini tengah juga diharapkan meningkat dengan kehadiran Pedro Matos. Tavares tentu berharap adaptasi mereka berjalan cepat, agar ritme permainan tetap terjaga. Meski kehilangan beberapa pemain lama, optimisme tetap terpelihara.
Rivera, sekali lagi, akan menjadi motor penggerak. Duel di lini tengah diprediksi menjadi kunci pertarungan taktik antara Van Gastel dan Tavares.
Sementara sorotan media mungkin masih tertuju pada Persija dan efek Pattynama, situasinya berbeda. Macan Kemayoran masih dalam fase mengintegrasikan pemain barunya. Berbeda dengan Persebaya, yang dinilai lebih matang secara kolektif dan siap langsung "tancap gas".
Nah, ketika nanti peluit awal dibunyikan di Bantul, semua catatan dan analisis di atas akan diuji. Yang berbicara hanya keberanian, disiplin, dan seberapa efektif eksekusi di lapangan.
Bantul akan menjadi saksi: apakah optimisme Francisco Rivera dan Persebaya bisa diwujudkan menjadi tiga poin, atau PSIM kembali menyiapkan kejutan di rumah sendiri.
Artikel Terkait
Sabar/Reza Tumbangkan Malaysia, Final Ganda Putri Indonesia Masters 2026 Pasti Diraih Tim Merah Putih
Apri/Lanny Taklukkan Tekanan, Tiket Semifinal Indonesia Masters 2026 Dibayar Mahal
Tiga Pasangan Indonesia Sikat Lawan, Semifinal Indonesia Masters 2026 Dikuasai Tuan Rumah
Kelme Resmi Ambil Alih, Timnas Indonesia Berbalut Apparel Spanyol