Duel Panas di Istora: Senior Tumbang oleh Junior yang Tak Gentar

- Jumat, 23 Januari 2026 | 22:24 WIB
Duel Panas di Istora: Senior Tumbang oleh Junior yang Tak Gentar

Selepas interval, kedua pasangan saling tunjuk gigi. Mereka tak cuma mengandalkan power, tapi juga tipuan-tipuan licin. Skor silih berganti: 15-13, 16-15, 17-16, 18-16. Kemudian, Raymond/Joaquin menyamakan di 18-18, lalu 19-19. Dalam reli panjang yang melelahkan, mereka akhirnya merebut poin penting untuk unggul 19-20. Gim kedua berakhir 19-21 setelah sebuah pukulan Fajar melayang keluar.

Memasuki gim penentu, Raymond/Joaquin justru terlihat grogi. Tiga pukulan beruntun mereka nyangkut di net, memberi Fajar/Fikri keunggulan awal 3-0. Momen unik terjadi saat skor disamakan 6-6. Saat itu, Fikri berlari keluar lapangan ganti raket, sementara Fajar terpeleset saat berusaha mengejar kok. Kekacauan kecil yang berbuah poin bagi lawan.

Fajar sempat mendapat perhatian medis usai jatuh. Sebelum permainan dilanjutkan, wasit terlihat memberi teguran kepada kedua pasangan. Kemungkinan besar, ini terkait gesture panas yang sempat terlihat sebelumnya. Entah apa yang dibicarakan, yang jelas Fajar/Fikri sempat bangkit dan memimpin 11-9 di interval.

Tapi, ceritanya berubah lagi di babak akhir. Setelah reli panjang nan melelahkan, Raymond/Joaquin kembali menyamakan skor di 11-11. Momentum sepenuhnya berpindah. Sang junior makin percaya diri, menekan tanpa ampun. Skor berubah dari 11-9 menjadi 11-12, 12-12, lalu melompat jauh ke 12-18. Fajar/Fikri kehilangan akurasi, kok-kok mereka sering nyangkut di net atau meleset. Pada akhirnya, mereka harus menyerah dengan skor 14-21.

Untungnya, setelah peluit akhir, sportivitas tetap dijaga. Kedua pasangan bersalaman hangat dan berpose bersama untuk foto. Rivalitas sengit di lapangan pun berakhir dengan senyuman, mengingatkan semua orang bahwa di atas segalanya, mereka adalah satu keluarga besar bulu tangkis Indonesia.


Halaman:

Komentar