“Secara praktis, peluang kami memang tipis. Hampir mustahil. Tapi budaya dalam grup ini adalah, apa pun tujuannya, ketika Benfica bermain, Anda harus memberikan segalanya. Bermain dengan tanggung jawab penuh. Jadi, tidak banyak yang berubah, terlepas dari mungkin atau tidaknya suatu hal. Kami tahu kami menghadapi Real Madrid. Kami sadar, saat ini, kami adalah Benfica dengan segala keterbatasan. Tapi kami akan berikan segalanya di lapangan,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Peringatan itu jelas. Meski catatan mereka sejauh ini buruk, Benfica pasti akan berusaha mati-matian untuk mengakhiri fase grup dengan kepala tegak minggu depan.
Ini jadi peringatan serius untuk Madrid. Kekalahan bisa berakibat fatal: terlempar dari delapan besar. Dan itu artinya, untuk musim kedua berturut-turut, mereka harus melalui rintangan play-off yang melelahkan.
Jika ambisi meraih gelar Champions ke-16 itu masih menyala, maka satu-satunya jalan adalah menghindari skenario itu. Mereka harus menjawab tantangan Mourinho dengan performa terbaik. Laga nanti bukan sekadar formalitas, melainkan ujian nyata.
Artikel Terkait
Sancho Kirim Pesan Halus untuk Ten Hag Usai Buka Suara di Villa Park
Duel Kurzawa vs Pattynama: Perang Bek Kiri Panas Persib-Persija
Ganda Campuran Singapura-Indonesia Tersingkir di Perempat Final Indonesia Masters
Stadion Barombong: Proyek Mandek yang Kini Berpeluang Bangkit